LAPORAN KUNJUNGAN INDUSTRI PANGAN TEH WALINI

LAPORAN KUNJUNGAN INDUSTRI
PANGAN



KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat dan karunia-Nya lah kami dapat menyelesaikan Laporan Kunjungan Industri ke PTPN VIII Teh Walini pada tanggal 22 September 2016. Adapun kendala yang kami dapatkan ketika kunjungan dan pembuatan laporan ini dilakukan, namun Alhamdulillah dapat diatasi dengan baik berkat bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini kami sampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada:
1.      Seluruh Tutor Universitas Terbuka, terutama Tutor Mata Kuliah Ekonomi Pangan UPBJJ UT Bandung Ibu In-in Hanidah yang telah membimbing serta memberikan berbagai ilmu yang sangat berharga bagi kami
2.      Staf beserta jajaran dan karyawan PTPN VIII Teh Walini yang telah bersedia memberikan waktu dan informasinya
3.      Kedua orang tua yang telah mendo’akan serta memberikan materi berupa biaya dalam kunjungan serta pengerjaan laporan ini.
Serta kerabat dekat dan rekan-rekan terutama mahasiswa Program Studi Ilmu Teknologi Pangan Semester 3 di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UPBJJ UT Bandung yang kami banggakan. Semoga Allah SWT, memberikan balasan atas kebaikannya.
Kami  menyadari akan adanya keterbatasan didalam laporan ini, karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun. Akhir kata kami berharap semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi semua pihak. Amin.


Bandung, 26 September 2016

Penyusun





DAFTAR ISI

COVER
KATA PENGANTAR ..............................................................................................
DAFTAR ISI ............................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN .......................................................................................
1.      Latar Belakang ..................................................................................................
2.      Tujuan ................................................................................................................
3.      Metode dan Teknik Penulisan ...........................................................................
BAB II INDUSTRI HILIR TEH PT PERKEBUNAN NUSANTARA VIII ..........
1.      Profil Perusahaan ..............................................................................................
2.      Visi Dan Misi Perusahaan .................................................................................
3.      Sejarah Perusahaan ............................................................................................
4.      Manajemen Perusahaan .....................................................................................
5.      Maksud dan Tujuan Perusahaan ........................................................................
6.      Identitas Perusahaan ..........................................................................................
7.      Produk Perusahaan ............................................................................................
            a.       Penjelasan Produk .......................................................................................
            b.      Harga Produk ..............................................................................................
            c.       Cara dan Proses Pemasaran Produk ............................................................
8.      Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Perusahaan ......................
BAB III KESIMPULAN DAN SARAN .................................................................
1.      Kesimpulan .......................................................................................................
2.      Saran ..................................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA ..............................................................................................
LAMPIRAN ............................................................................................................

2
3
4
4
5
5
6
6
6
7
7
7
8
8
9
10
11
12
14
14
14
15
16





BAB 1
PENDAHULUAN

1.      Latar Belakang
Di Indonesia sedang marak perusahaan-perusahaan yang sedang berkembang. Salah satunya adalah Industri Hilir Teh yang merupakan salah satu industri yang dikelola oleh PT Perkebunan Nusantara VIII.
Pada dasarnya, semua perusahaan memiliki manajemen pemasaran yang berbeda-beda dalam mendistribusikan hasilnya kepada konsumen. Manajemen pemasaran adalah suatu analisis, perencanaan, implementasi, dan pengendalian dari program-program yang dirancang untuk menciptakan, membangun, dan mempertahankan pertukaran yang bermanfaat dengan pembeli untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi (M. Fuad, dkk. 2000). Manajemen pemasaran berupaya mempengaruhi tingkat, saat, dan karakter permintaan dengan cara yang akan membantu pencapaian tujuan organisasi. Karena itu manajemen pemasaran sering disebut juga sebagai manajemen permintaan.
Selain itu dalam proses perkembangannya, suatu perusahaan dipengaruhi oleh factor-faktor yang berbeda pula. Dimana untuk mengetahui factor tersebut kita perlu mengetahuinya dengan pengetahuan dan wawasan yang dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan cara melalui Kunjungan Industri.
Disini kami mengunjungi Industri Hilir Teh - PT Perkebunan Nusantara VIII yang merupakan salah satu industri di bidang Agroindustri pangan dengan salahsatu hasil produksi berupa Teh Walini, berlokasi di Jalan Raya Panyileukan No. 1 Cipadung Cibiru Bandung. Kami dapat mengetahui profil perusahaan serta sistem pemasaran yang dilakukan perusahaan dengan melakukan wawancara terhadap staf perusahaan sebagai narasumber sehingga kami dapat menyimpulkan factor-faktor yang mempengaruhi perusahaan berkembang. Disana kami juga melihat proses pembuatan produk-produk teh celup secara langsung. Dan dapat mengetahui kondisi situasi saat karyawan beserta staf bekerja dengan baik.



2.      Tujuan
a.       Tujuan khusus
Tujuan khusus pembuatan laporan ini adalah untuk memenuhi salah satu tugas mata   kuliah Ekonomi Pangan Universitas Terbuka
b.      Tujuan umum
      Tujuan umum pembuatan laporan ini adalah untuk memberikan informasi kepada para pembaca mengenai manajemen pemasaran pada perusahaan Teh Walini dan factor-faktor yang mempengaruhi berkembagnya perusahaan Teh Walini.
3.      Metode dan Teknik Penulisan
a.       Metode Penulisan
Metode yang digunakan dalam laporan ini adalah menggunakan metode deskripsi. Metode deskripsi adalah metode yang menggambarkan, memaparkan dengan jelas apa yang dilihat atau didengar mengenai sesuatu. Kami memilih metode ini karena untuk menguraikan masalah secara sistematis.
b.      Teknik Penulisan
Teknik penulisan yang digunakan adalah :
1)      Studi Pustaka
Kami membuka website – website yang berhubungan dengan materi yang ada dalam laporan ini dan artikel mengenai manajemen pemasaran
2)      Observasi Lapangan
Kami melakukan survey pada perusahaan Industri Hilir Teh Walini untuk mencari data primer, dan wawancara langsung terhadap staf perusahaan yang salahsatunya adalah Bapak Rittar Murdani Samosir, S.I.Kom sebagai Staf Bag. Umum SDM & Pajak untuk melengkapi pembuatan laporan ini. 



BAB 2
INDUSTRI HILIR TEH
PT PERKEBUNAN NUSANTARA VIII


1.      Profil Perusahaan
Nama perusahaan         : Industri Hilir Teh PT Perkebunan Nusantara VIII
Alamat                         : Jl. Raya Panyileukan No. 1 Cipadung Cibiru, Bandung 40614
Telp / Fax                     : (022) 78308926, 7830827
E-mail                          : iht.cibiru@gmail.com
Luas Area                    : Luas keseluruhan 8.900 m2 terdiri atas :
-         Bangunan Pabrik    : 891 m2
-         Bangunan Kantor    : 346 m2
-         Bangunan Rumah    : 60 m2
-         Halaman                 : 7.603 m2
Bidang usaha                : Agroindustri pangan
Kegiatan usaha : Pengolahan/produksi, dan penjualan komoditi tanaman Teh
SK Direksi 1                : SK Direksi No. SK/D.I/1046/IX/1998 (Pendirian Unit Usaha                                       Pengepakan Teh (UUPT) PTPN VIII)
SK Direksi 2                : SK Direksi No. SK/D.I/567/VI/2005 (Perihal Pengembangan                                       Struktur Organisasi)
2.      Visi dan Misi Perusahaan
Visi  :

Misi :
“Menjadi unit yang  mampu mandiri dan dapat memberi kontribusi kepada perusahaan”
-         Menghasilkan “produk hilir” bermutu dan sesuai selera pasar yg bernilai tambah tinggi
-         Mengutamakan pelayanan kepada pelanggan
-         Mengoptimalkan pemanfaatan asset dengan cara yang efisien dan efektif
-         Mengoptimalkan sumber daya manusia dan memperhatikan kesejahteraannya
-         Mengelola unit dengan menerapkan GCG dan CSR



3.      Sejarah Perusahaan
Industri Hilir Teh PTPN VIII berdiri pada tanggal 14 Februari 1996. Sebagai salahsatu perusahaan BUMN dengan bisnis perkebunan teh terbesar mencapai 26.000 hektar di nusantara. Kronologi berdirinya dimulai pada Tahun 1996 pendirian PT Lysander Camelia Nusantara (PT LCN) sebagai perusahaan patungan antara Perkebunan Group Jabar (sekarang PTPN  VIII) dengan Lysander Food Service PTE LTD. Kemudian tahun 1998 PT LCN dilikuidasi (seluruh Aset & SDM menjadi milik PTPN VIII). Tahun 1998 didirikan Unit Usaha Pengepakan Teh (UUPT) PTPN VIII (SK Direksi No. SK/D.I/1046/IX/1998). 10 Juni 2005 Perubahan nama UUPT menjadi Industri Hilir Teh PT Perkebunan Nusantara VIII (IHT PTPN VIII) (SK Direksi No. SK/D.I/567/VI/2005) perihal Pengembangan Struktur Organisasi

4.      Manajemen Perusahaan

5.      Maksud dan Tujuan Perusahaan
Secara Umum   :



Secara Khusus :
Turut melaksanakan dan menunjang kebijaksanaan dan program pemerintah dibidang ekonomi dan pembangunan nasional pada umumnya serta pembangunan dibidang subsektor pertanian pada khususnya.
-         Memproduksi Packed teh yang bahan bakunya berasal dari PT. Perkebunan Nusantara VIII sendiri.
-         Untuk memperkuat posisi tawar (barganing power).
-         Menciptakan brand image dipasar lokan maupun internasional.
-         Meningkatkan nilai tambah (added value) perusahaan


6.      Identitas Perusahaan
Image

7.      Produk Perusahaan
Salah satu produk yang diproduksi oleh Industri Hilir Teh PTPN VIII yaitu teh walini. Teh Walini dibuat dari bahan baku teh pilihan yang diolah tanpa campuran apapun, dengan kombinasi campuran beberapa jenis kualitas ekspor, dan dikemas secara profesional. Kemasan teh dibuat sedemikian rupa yang membuat keutuhan mutu teh terjaga.
Keunggulan Teh Walini dibanding teh lainnya yang sejenis, diantaranya adalah terbuat dari bahan baku yang berkualitas ekspor dari hasil perpaduan atau kombinasi dari beberapa jenis hasil kreativitas olahan para pakar teh di Indonesia. Teh Walini terdiri dari beberapa jenis produk berupa teh celup dan teh seduh, yaitu :
1)      Teh Celup Hitam Walini
2)      Teh Celup Lemon Walini
3)      Teh Celup Jahe Walini
4)      Teh Celup Organik Walini
5)      Teh Celup Hijau Jepang
6)      Teh Celup Hitam Walini TB 1
7)      Teh Celup Hitam Walini TB 5
8)      Teh Seduh Hitam Walini
9)      Teh seduh Hijau Walini
10)  Teh seduh apel Walini
Tiap-tiap jenis produk dikemas dalam tiga bentuk kemasan yang berjumlah 1-25 buah dalam satu kemasan. Jenis produk yang menggunakan kemasan Double Chamber yaitu: Teh Celup Hitam Walini, Teh Celup Lemon Walini, Teh Celup Jahe Walini, Teh Celup Organik Walini, Teh Celup Hijau Jepang.Yang menggunakan kemasan Single Chamber adalah: Teh Celup Hitam Walini TB 1 dan Teh Celup Hitam Walini TB 5, sedangkan teh seduh hitam dan hijau Walini menggunakan kemasan teh seduh.
a.       Penjelasan Produk
Pada dasarnya produk Walini terdiri dari dua produk yaitu produk teh celup hitam dan teh celup hijau namun berdasarkan perkembangan dan penelitian para pakar teh, teh hitam terbagi menjadi lima produk yaitu teh hitam organik, teh hitam rasa jahe, teh hitam lemon, dan teh hitam biasa. Sedangkan teh hijau hanya menjadi dua pengembangan yaitu teh hijau dan teh hijau BP1 adapun penjelasan secara rinci diantaranya adalah sebagai berikut:
1)      Teh Celup Hitam Walini
ImageTeh hitam ini diproduksi dengan tahap seperti pada pengepakan teh pada umumnya namun kelebihan teh ini tidak menggunakan bahan pengawet buatan.
2)      Teh Celup Lemon Walini

ImageTeh hitam ini diproduksi dengan tahap seperti pada pengepakan teh pada umumnya namun kelebihan teh ini tidak menggunakan bahan pengawet buatan dan ditambah dengan sari lemon asli.
3)      Teh Celup Jahe Walini

ImageTeh hitam ini diproduksi dengan tahap seperti pada pengepakan teh pada umumnya namun kelebihan teh ini tidak menggunakan bahan pengawet buatan dan ditambah dengan sari jahe alami.
4)      Teh Celup Organik Walini

Image Teh hitam organik diproduksi dari daun teh organik, organic adalah pertubuhan teh tumbuh secara alami tanpa bahan kimia (Pestisida) dan pada tahap pencampuran teh organik tanpa bahan pengawet.
5)      Teh Celup Hijau Jepang

Image Teh celup hijau walini diproduksi dengan sistem teh hijau jepang dengan menggunakan sistem produksi CTC dan tidak menggunakan bahan pengawet buatan.
b.      Harga Produk
Harga yang dikeluarkan oleh teh Walini berkisar dari Rp. 3.000 sampai dengan Rp. 17.000, varian dengan Rp. 17.000, varian harga yang dikeluarkan Teh Walini antara lain :
Image
Melihat harga diatas memang terlihat mahal dibandingkan dengan competitor lainnya.
c.       Cara dan Proses Pemasaran Produk
Pada awalnya Teh Walini dipasarkan oleh perusahaan melalui distributor tertentu, perusahaan hanya memproduksinya saja. Namun karena semakin berkembangnya perusahaan, akhirnya perusahaan lebih memilih memasarkan produk sendiri secara langsung mulai dari tahap perakitan hingga pemasaran ke konsumen. Beberapa cara dan proses/tahap dalam pemasaran yang dilakukan oleh Perusahaan Industri Hilir Teh PTPN VIII, yaitu :
Tahap
Pihak-pihak yang terlibat dan tugasnya
Tahap 1:
Perakitan (Assembly)
Petugas pengadaan, yang bertugas melaksanakan dan bertanggungjawab atas kelancaran penyediaan bahan baku teh dari perkebunan.
Tahap 2:
Transportasi (Transportation)
Mandor besar teknik, yang bertugas menyediakan transportasi (truk) untuk membawa bahan baku dari kebun ke gudang untuk ditampung sementara.
Tahap 3:
Penyimpanan (Storage)
Petugas gudang yang berada di bawah pimpinan manajer umum, yang bertugas mengkondisikan dan memeriksa bahan baku yang masuk dan keluar gudang.
Tahap 4:
Pengolahan (Processing)
Mandor besar teknik yang bertanggungjawab atas kelancaran tugas dan pekerjaan yang meliputi mesin-mesin produksi. Dimana daun teh diolah menjadi teh hitam melalui fermentasi.
Tahap 5:
Pengkelasan (Grading & Classification)
Petugas Quality Control yang melaksanakan dan bertanggung jawab atas kelancaran tugas dan pekerjaan Quality Control dalam pengelompokan jenis teh hitam, mulai dari teh hitam yang sesuai dengan yang sudah bubuk dipisahkan.
Tahap 6:
Pengemasan (Packaging)
Mandor produksi yang melaksanakan dan bertanggungjawab atas kelancaran tugas dan pekerjaan pengepakan/pengemasan teh. Untuk tahap ini merupakan tahap yang dilakukan di perusahaan yang kami kunjungi di panyileukan.
Tahap 7:
Pemasaran Ritel
Wakil manajer pemasaran, yang bertugas mendistribusikan produk yang telah dikemas kekonsumen.


      Untuk pemasaran produk teh karena harga dari Teh Walini yang lebih mahal dari produk teh lainnya sehingga dilakukan ke konsumen tertentu seperti ke perhotelan dan rumah sakit-rumah sakit besar sedang untuk pasar basah hanya ke pasar ujung berung dan Cileunyi yang kebetulan masih ada di sekitar kawasan industry. Hal ini dilakukan, mengingat masyarakat Indonesia yang dominan lebih tertarik kepada produk dengan kuantitas besar dan harga murah daripada kualitas tinggi dan harga mahal sehingga perusahaan memilih untuk melakukan strategi pemasaran demikian. Selain itu, produk Teh Walini juga di ekspor ke beberapa Negara seperti Malaysia, Singapura bahkan Amerika.

8.      Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Perusahaan
Perkembangan industri hilir teh PTPN VIII dalam perlaksanaannya sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor, dalam hal ini faktor tersebut dapat dibagi menjadi 2 yaitu :
a.       Faktor Internal
Faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam perusahaan sendiri, faktor tersebut antara lain :
1)      Lokasi, yang dimaksud faktor lokasi dalam hal ini adalah letak perusahaan industri yang berada didaerah strategis, dimana industri hilir teh PTPN VIII yang berada di Jl.Raya Panyileukan yang merupakan kawasan industry yang sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Letak ini sangat berpengaruh terhadap pendistribusian hasil produk maupun bahan produk, mengingat dalam kegiatan industrinya perusahaan akan membutuhkan kemudahan,dengan jarak kawasan industri hilir teh dari berbagai sarana di perkotaan seperti dari Bandar udara, pusat pemerintahan, bebas banjir, terdapat akses jalan menuju jalan utama yang menghubungkan kota-kota besar.
2)      Permodalan, permodalan merupakan salah satu faktor penting bagi perkembangan industri, dengan modal yang cukup maka pengembangan industri dapat berjalan dengan lancar, hal ini adalah sesuatu yang wajar karena mengembangkan suatu indusri memerlukan modal yang sangat besar , mulai dari pembebasan tanah, pembangunan sarana dan prasarana serta fasilitas, dan operasionalnya. Untuk Industri Hilir Teh karena berada dalam naungan PT Perkebunan Nusantara VIII yang juga merupakan BUMN, dalam hal modal sudah tidak diragukan lagi karena adanya modal dari pemerintah sehingga perkembangannya sangat mudah.
3)      Kelengkapan Fasilitas/Teknologi, perusahaan industry hilir teh PTPN VIII ini, menyediakan fasilitas mesin yang lengkap. Sehingga proses produksi cepat serta pemasaran menjadi mudah dan industri akan cepat berkembang. Apalagi rencana kedepan Perusahaan Industri Hilir Teh ini akan mendatangkan mesin pemroduksi teh celup dari Argentina yang secara permanen dilakukan mesin dari mulai awal sampai ahir produksi.
4)      Bahan baku, selain dari faktor lokasi, permodalan, dan kelengkapan fasilitas, yang tak kalah penting bagi perkembangan industri hilir teh ini adalah kualitas bahan baku yang digunakan. Dimana industry ini menggunakan bahan baku teh hitam dengan kualitas Grade A (peko/pucuk teh). Sehingga dengan kualitas bahan baku yang baik akan menghasilkan produk yang baik pula, konsumen pun akan merasa puas jika produknya baik. Dan perusahaan cepat berkembang jika produk yang dihasilkan laku dipasaran.
5)      Manajemen perusahaan, manajemen perusahaan sangat berpengaruh besar terhadap perkembangan perusahaan. Dimana Industri Hilir Teh memiliki menejemen perusahaan mulai dari manajer produksi hingga pemasaran yang saling bekerjasama untuk mencapai tujuan perusahaan menuju perkembangan yang lebih baik.
b.      Faktor Eksternal
1)      Minat Konsumen
            Suatu industri tidak akan dapat beroperasi kalau tidak ada konsumen yang mau membeli produknya. Dalam hal ini perusahaan teh walini mengeluarkan produk dengan berbagai varian rasa yang sesuai dengan minat konsumen yang berbeda-beda.
2)      Pemerintah
            Pemerintah memiliki peranan mendasar dalam agribisnis pangan, mengingat beberapa kebijakan dan program kegiatan yang memepengaruhi harga komoditas bahan produksi perusahaan.



BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN

1.      Kesimpulan
a.       Manajemen pemasaran adalah suatu analisis, perencanaan, implementasi, dan pengendalian dari program-program yang dirancang untuk menciptakan, membangun, dan mempertahankan pertukaran yang bermanfaat dengan pembeli untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi.
b.      Cara dan proses pemasaran produk Industri Hilir Teh PTPN VIII diantaranya melakukan promosi produk terlebih dahulu kemudian menentukan sasaran pemasaran.
c.       Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan Industri Hilir Teh PTPN VIII terdiri atas :
1)      Faktor internal, diantaranya :
-         Lokasi perusahaan
-         Permodalan
-         Kelengkapan fasilitas
-         Kualitas bahan baku
-         Manajemen perusahaan
2)      Faktor eksternal, diantaranya :
-         Minat Konsumen
-         Pemerintah

2.      Saran
            Keadaan Perusahaan Teh Walini sejauh ini sudah cukup baik. Baik itu dari segi pemasaran, persaingan, segmentasi pasar, bahkan sampai bisa melakukan kegiatan ekspor. Menurut kami hal yang perlu diperbaiki adalah dari segi harga yang bisa di tekan lagi agar bisa mampu menyaingi produk saingannya dan agar seluruh masyarakat dapat menjangkaunya. Selain itu juga teh walini masih bisa melakukan inovasi-inovasi yang lainnya, karena dari segi rasa sudah cukup bersahabat dengan lidah.

DAFTAR PUSTAKA


Said E.Gumbira.2006.Ekonomi Pangan.Departemen Pendidikan Nasional: Jakarta 10001
  



LAMPIRAN





Komentar