MAKALAH MANFAAT PENGOBATAN TRADISIONAL SEBAGAI ALTERNATIF PENGOBATAN MAHAL

BAB I
PEDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Aktivitas manusia untuk memenuhi ragam kebutuhan hidupnya dapat terlaksana bila manusia mempunyai kondisi fisik dan mental yang sehat.Oleh karena itu kesehatan adalah suatu hal yang sangat peting bagi manusia. Orang tidak dapat beraktivitas  dengan baik jika kodisi kesehatannya terganggu. Jika kondisi kesehatan terganggu atau sakit, seseorang akan melakukan usaha untuk menyembuhkan sakitnya atau berobat.
Seiring dengan perkembangan dan kemajuan dunia kesehatan di zaman sekarang, serta di temukannya berbagai jenis teknologi canggih penghasil obat-obatan dalam pengobatan berbagai jenis penyakit. Banyak sekali masyarakat yang menggunakan obat-obat kimia sebagai proses penyembuhan. Mereka mengkonsumsi obat kimia semahal apapun hanya untuk memperoleh kesembuhan.Tetapi adakalanya pengobatan tersebut justru tidak terjangkau oleh rakyat kecil, karena biaya yang cukup mahal. Karena itulah sistem pengobatan di Indonesia belum tertata dengan baik, sebab masih jauh jika dibandingkan dengan Negara Asia lainnya seperti Malaysia, Thailand, Thaiwan, Filifina dan Korea.
Selain sistem yang belum memadai, masyarakat Indoesia juga masih belum mendapatkan akses terhadap pengobatan tersebut.Akses yang dimaksud meliputi sistem yang memungkinkan seluruh rakyat memperoleh ketersediaan dan keterjangkauan soal biaya.
Mengingat tujuan umum pembangunan Indonesia di bidang kesehatan mencakup antara lain untuk meningkatkan dan  mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat ekonomi lemah, khususnya mengenai obat-obatan diusahakan agar meluas dan merata dengan harga yang terjangkau.Disamping itu perlu diupayakan adanya pengobatan tradisional dengan memanfaatkan tumbuh- tumbuhan disekitar kita, Hal tersebut menjadi salah satu upaya alternatif dalam mengatasi mahalnya pengobatan.
B.     Rumusan dan Pembatasan Masalah
1.      Rumusan Masalah
      Dalam penelitian ini kami merumuskan masalah sebagai berikut:
a.       Apa yang dimaksud dengan pengobatan?
b.      Jenis pengobatan apa sajakah yang ada di Indonesia?
c.       Bagaimanakah pengobatan tradisional melalui tanaman obat sekitar?
d.      Bagaimanakah pemanfaatan tanaman obat di Limbangan?
2.      Pembatasan Masalah
Agar penelitian lebih fokus dan tidak meluas dari pembahasan yang dimaksud, dalam makalah ini kami membatasinya pada ruang lingkup penelitian sebagai berikut:
a.       Manfaat adalah kegunaan berupa hasil positif yang didapatkan.
b.      Pengobatan tradisional yang dimaksud adalah pengobatan yang menggunakan tanaman obat.
c.       Sebagai alternatif artinya sebagai pengganti.
d.      Pengobatanyang mahal disini maksudnya pengobatan yang tidak dapat dijangkau masyarakat dalam segi pembiayaannya.
C.     Tujuan Penelitian
Tujuan utama dalam penelitian ini adalah untuk memenuhi tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia. Namun berdasarkan permasalahan yang ada, tujuan lain yang ingin di capai diantaranya:
1.      Mengetahui definisi tentang pengobatan.
2.      Mengetahui ruang lingkup pengobatan.
3.      Mengenal jenis pengobatan yang ada di Indonesia.
4.      Mengetahui jenis tanaman obat sekitar yang bisa dimanfaatkan sebagai pengobatan tradisional.
5.      Mengetahui pemanfaatan tanaman obat di Limbangan.
D.    Manfaat Penelitian
Dalam kehidupan kita sehari-hari pasti menantikan suatu manfaat dari setiap tindakan. Dari awal kita hidup didunia sampai sekarang belajar dari pengalaman sehari-hari. Pengalaman adalah guru bagi kita. Maka dari itu, dalam suatu penelitianpun kita mengharapkan adanya petikan atau manfaat. Adapun manfaat penelitian sebagai berikut :
1.      Untuk kami sendiri manfaatnya bertambahnya suatu ilmu baru terlebih lagi mengembangkan kemampuan kami dalam pembuatan makalah. Didalam penelitiannya sendiri pembuka pemikiran kami yang masih tumpul akan dunia pengobatan.
2.      Bagi masyarakat sendiri tentunya menambah ilmu baru.
3.      Untuk lingkungan sendiri kita mampu memanfaatkan sumber daya alam.
4.      Selain itu pula pengobatan itu sendiri dapat kita jadikan suatu acuan sebagai alternatif pengobatan mahal dengan inovasi-inovasi baru.

E.     Metodologi Penelitian
Metode penelitian yang kami gunakan adalah penelitian korelatif.Yang dimaksud dengan penelitian korelatif adalah penelitian yang menghubungkan data-data yang ada. Sesuai dengan pengertian tersebut kami menghubungkan data-data yang didapat antara yang satu dengan yang lain. Selain itu kami juga menghubungkan data-data yang ada dengan landasan teori yang kami gunakan.Sehingga diharapkan penelitian kami bisa menjadi penelitian yang benar dan tepat.
Selain itu kami juga menggunakan metode deskriftif berupa observasi. Yang dimaksud dengan observasi adalah metode penelitian dengan cara melihat ke lokasi penelitian dengan cara mengandalkan panca indra.



BAB II
MANFAAT PENGOBATAN TRADISIONAL SEBAGAI ALTERNATIF PENGOBATAN MAHAL

A.    Landasan Teoritis
1.      Pengertian Pengobatan
Kata pengobatan berasal dari bahasa Latin yaitu ars medicina, yang berarti seni penyembuhan.Jadi, pengobatan adalah ilmu dan seni penyembuhan. Bidang keilmuan ini mencakup berbagai praktek perawatan kesehatan yang secara kontinu terus berubah untuk mempertahankan dan memulihkan kesehatan dengan cara pencegahan dan pengobatan penyakit.
Pengertian di atas hanyalah salah satu dari beberapa pengertian-pengertian mengenai pengobatan.Karena luasnya makna dari kata tersebut, berikut pengertian pengobatan dari beberapa sumber.
a.       Wikipedia
Pengobatan adalah remediasi masalah kesehatan, biasanya mengikuti diagnosis. Remediasi disana maksudnya, tindakan atau proses penyembuhan untuk mencapai kesehatan.
b.      Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI,1995:698)
Pengobatan berarti proses, cara, perbuatan mengobati. Jadi maksudnya adalah suatu proses cara mengobati.
c.       Pandangan Islam
Pengobatan adalah suatu kebudayaan untuk menyelamatkan diri dari penyakit yang mengganggu hidup.Kebudayaan itu tidak saja dipengaruhi oleh lingkungan, tetapi juga oleh kepercayaan dan keyakinan, karena manusia telah merasa di alam ini ada sesuatu yang lebih kuat dari dia, baik yang dapat dirasakan oleh pancaindera maupaun yang tidak dapat dirasakan dan bersifat ghaib.Pengobatan ini pun tidak lepas dari pengaruh kepercayaan atau agama yang di anut manusia.

2.      Ruang Lingkup Pengobatan
Pengobatan adalah sesuatu yang sangat dibutuhkan serta bermanfaat untuk mempermudah dan membantu dalam setiap kehidupan.Dimana, pengobatan identik dengan masalah yang berkaitan dengan keadaan atau kondisi luar maupun organ dalam tubuh makhluk hidup yang tidak dalam keadaan normal (tidak sehat).Selain itu, pentingnya pengobatan ada didalam kitab suci Al-Qur’an yang dijadikan salahsatu dasar tersendiri bagi masyarakat, terutama Negara-negara yang mayoritas masyarakatnya beragama islam seperti Indonesia.
Sumber pengobatan di dunia mencakup tiga sektor, yaitu pengobatan rumah tangga atau pengobatan sendiri menggunakan obat tradisional serta cara tradisional, pengobatan medis yang dilakukan oleh perawat dan dokter di puskesmas atau rumah sakit serta pengobatan alternatif.
“Sumber pengobatan di dunia mencakup tiga sektor yang saling terkait dan dalam pemilihannya disusunlah suatu kriteria tentang sumber pengobatan tersebut”. (Young, 1980)

Kriteria yang digunakan untuk memilih sumber pengobatan adalah pengetahuan tentang sakit dan pengobatannya, keyakinan terhadap obat/ pengobatan, keparahan sakit, dan keterjangkauan biaya dan jarak.Dari empat kriteria tersebut, keparahan sakit menduduki tempat yang dominan.Sebagaimana diketahui bahwa pola penyakit di Indonesia (bahkan di dunia) telah mengalami pergeseran dari penyakit infeksi (yang terjadi sekitar tahun 1970 ke bawah) ke penyakit-penyakit metabolik degeneratif (sesudah tahun 1970 hingga sekarang).
Sebab itulah banyak jenis pengobatan yang dapat dilakukan, jenis pengobatan tersebutbeberapa diantaranya adalah pengobatan medis, pengobatan alternatif dan pengobatan tradisional.

3.      Mengenal Pengobatan di Indonesia
Seperti kita ketahui bersama bahwa pengobatan sangatlah diperlukan oleh semua lapisan masyarakat.Hal ini sangat penting dan di banyak Negara maju mereka sudah mempunyai sistem pengobatan yang memungkinkan semua lapisan masyarakat bisa mengaksesdengan mudah, murah dan memadai.
Pengobatan di Negara maju sudah tertata dengan rapih.Hal tersebut memungkinkan semua lapisan masyarakat bisa mendapatkannya secara prima.Tentu kita tidak bisa membandingkan dengan Negara maju, karena kita adalah masyarakat yang tinggal di Negara berkembang.Sistem pengobatan di Indonesia dikatakan belum tertata dengan baik.Karena, saat ini masih banyak masyarakat yang belum bisa mengakses dengan mudah dan murah.Masih banyak keluhan disana sini tentang kualitas pelayanan kesehatan yang ada di Negara ini.
Namun dengan semakin berkembangnya zaman, Indonesia tidak hanya diam terpuruk meratapi nasib begitu saja.Berbagai usaha di lakukan supaya tidak tertinggal zaman yang semakin modern ini.Sehingga dapat dikatakan bahwa Indonesia sedang dalam mengalami kemajuan meskipun masih belum bisa dikatakan bahwa sistem pengobatan di Indonesia ini sudah baik.Mengenai metode yang digunakan, di Indonesia sendiri ada beberapa metode pengobatan, seperti pengobatan medis, pengobatn alternatif dan pengobatn tradisional.
a.       Pengobatan Medis
Secara umum di dalam dunia pengobatan dikenal istilah medis dan non medis. Pengobatan medis banyak dianut orang karena mendasarkan pengobatan penyakit melalui proses diagnosa dan dibantu peralatan-peralatan seperti mikroskop, rontgen, alat-alat bedah dll.
Untuk mendeteksi penyebab penyakit sebelum diberikan obatnya atau disembuhkan.Ini dibedakan dengan pengobatan yang populer sebelumnya yang secara tradisional didasarkan pada anggapan bahwa penyakit itu disebabkan oleh gangguan roh-roh jahat yang mengganggu seseorang atau bahwa penyakit disebabkan oleh ketidak seimbangan energi dalam tubuh (misalnya Yin-Yang).Termasuk disini adalah pengobatan tradisional, mistik, magis, dan kesembuhan Ilahi.
Seiring dengan laju perkembangan tingkat ekonomi dan peradaban manusia yang ditandai dengan pesatnya perkembangan ilmu dan teknologi dengan berbagai penemuan baru yang bermanfaat dalam pengobatan dan peningkatan kesejahteraan umat manusia. Kemudian, ditemukannya berbagai cara dan metode yang digunakan sehingga menciptakan bebagai macam jenis pengobatan. Seperti pengobatan yang jika dilihat dari waktu penyembuhannya, pengobatan yang dulunya memerlukan waktu yang lama dalam penyembuhannya, kini dengan teknologi segalanya menjadi sangat cepat dan praktis.Itulah yang biasa kita kenal dengan pengobatan kedokteran atau pengobatan medis.
Untuk pengobatan medis di Indonesia, sudah banyak berdiri, seperti rumah sakit – rumah sakit besar sebagai bukti dari perkembangannya yang sangat pesat.Banyak masyarakat yang memanfaatkan pengobatan ini, meskipun dengan biaya yang cukup mahal.Karena penggunaan teknologi canggih, yang di percaya cepat dan ampuh dalam menyembuhkan berbagai penyakit.
1)      Pengertian Pengobatan medis
Para ahli berbeda pendapat tentang penjelasan batasan istilah medis, sehingga definisinya secara terminologis menjadi 3 pendapat, yaitu :
a)      Nisbat para dokter klasik
Medis atau kedokteran adalah ilmu untuk mengetahui berbagai kondisi tubuh manusia dari segi kesehatan dan penyakit yang menimpanya.
b)      Ibnu Rusyd Al-hafidz
Medis atau kedokteran adalah ilmu tentang berbagai kondisi tubuh manusia untuk menjaga kesehatan yang telah ada dan mengembalikannya dari kondisi sakit.
c)      Ibnu sina
Medis adalah Ilmu pengetahuan tentang kondisi-kondisi tubuh manusia, dari segi kondisi sehat dan kondisi menurunnya kesehatan untuk menjaga kesehatan yang telah ada dan mengembalikannya kepada kondisi sehat ketika kondisi nya tidak sehat.
Definisi-definisi tersebut walaupun kata-kata dan ungkapannya berbeda tetapi memiliki arti dan kandungan yang berdekatan, meskipun definisi dari Ibnu Sina yang memiliki keistimewaan karena bersifat komprehensif mencakup makna yang ditujukan oleh definisi pertama dan kedua.
Sehingga istilah pengobatan medis dapat disimpulkan sebagai suatu kebudayaan untuk menyelamatkan diri dari penyakit yang menggaggu hidup manusia di dasar kan kepada ilmu yang di ketahui dengan kondisi tubuh manusia, dari segi kondisi sehat dan kondisi menurunnya kesehatan, untuk menjaga kesehatan yang telah ada dan mengembalikannya ketika kondisi tidak sehat.
2)      Ciri Pengobatan Medis
Ciri-ciri dari pengobatan medis yaitu menggunakan peralatan yang canggih dan pada umumnya obat-obatan yang dipakai terbuat dari bahan kimia dan sudah diuji terlebih dahulu. Obat-obatan medis dapat menyembuhkan penyakit dengan jangka waktu yang cepat, namun khasiatnya hanya bertahan dalam waktu sementara, jadi pengguna obat-obatan medis ini harus mengkonsumsi secara terus menerus sesuai anjuran dokter.
3)      Sejarah Pengobatan Medis
Pengobatan medis sendiri dalam sejarah manusia merupakan hasil proses panjang yang di awali secara tradisional hingga menjadi modern seperti sekarang.Ilmu kedokteran modern berkembang pada akhir abad ke-18 dan awal abad ke-19 di Inggris, Jerman, dan Perancis. Disebut juga ilmu kedokteran ilmiah dimana setiap pengobatan yang diberikan harus dibuktikan melalui proses uji klinis. Kedokteran berdasarkan bukti evidence-based medicine ini dilakukan dengan tujuan untuk memberikan cara kerja yang efektif dengan menggunakan metode ilmiah serta informasi sains global yang modern.
Pengobatan secara medis ini diaplikasikan melalui sekolah-sekolah, seperti pada pertengahan pertama abad ke-19.Kedokteran perancis berkembang dan dijalankan di rumah-rumah sakit. Lembaga-lembaga ini terletak di daerah-daerah perkotaan yang memainkan suatu peran yang semakin besar lagi dalam penyembuhan karena orang-orang miskin yang mencari pertolongan atas penyakit ringan yang biasanya menyebar pada saat iklim kota kurang sehat. Revolusi kedokteran prancis membuat suatu perubahan fundamental dalm pendekatannya.Dokter-dokter berhenti berspekulasi perihal kemungkinan penyebab penyakit dan langsung mengadakan hubungan klinis dengan ribuan pasien yang memadati rumah sakit di kota paris.Seiring dengan perkembangan zaman, ditemukanlah berbagai jenis alat dan metode yang digunakan, dimana peran dan manfaatnya sangat besar hingga sekarang.
4)      Cara Pengobatan Medis
Dalam pengobatan medis terdapat prosedur yang harus diikuti, dimana kebanyakan dalam prosesnya menggunakan teknologi canggih untuk mempermudah berjalannya pengobatan tersebut. Sebagai contoh yaitu dalam pemeriksaan kesehatan gigi yang di pasang bracket. Prosedurnya sebagai berikut:
a.        Pertama pasien disuruh tidur di kursi khusus untuk memeriksa gigi dandibersihkan karang giginya terlebih dahulu dengan menggunakan alat khusus.
b.        Lalu karet penahan bracket di ganti dengan yang baru dengan cara karet penahan dilepas satu persatu lalu di pasangkan kembali dengan yang karet yang baru. Proses ini juga menggunakan alat khusus.
c.        Jika ada bracket yang lepas akan dipasang ulang menggunakan cairan berupa lem khusus. Dan jika ada kawat yang sudah melewati batas bracket, kawat akan dipotong menggunakan alat khususnya agar tidak melukai gusi.
d.       Yang terakhir, gigi dibersihkan kembali dan pasien disuruh berkumur minimal 2kali.
5)      Hambatan Pengobatan Medis
Pengobatan secara medis memilki beberapa hambatan yang jauh lebih besar daripada pengobatan alternatif. Hambatan-hambatan dari pengobatan medis di Indonesia beberapa diantaranya yaitu mahalnya biaya yang harus di keluarkan serta kurangnya sumber daya manusia yang mengaplikasikan pengobatan melalui cara yang modern. Lalu kebanyakan masyarakat Indonesia lebih memilih pengobatan alternatif daripada pengobatan medis dikarenakan faktor biaya tersebut serta timbulnya berbagai isu-isu malapraktik dari pengobatan medis tersebut.

b.      Pengobatan Alternatif
Banyak jalan untuk menuju kesembuhan. Tak hanya melalui tata cara pengobatan medis modern, masyarakat saat ini telah memiliki pilihan (alternatif) pengobatan non-medis. Dalam pengobatan alternatif segala metode di mungkinkan, bahkan dari penggunaan obat-obat tradisional seperti jamu-jamuan, rempah yang sudah dikenal seperti jahe, kunyit dan sebagainya sampai bahan yang dirahasiakan.Pendekatanlain seperti menggunakan energi tertentu yang mampu mempercepat prosespenyembuhan, hingga menggunakan do’a tertentu yang diyakini secara spiritual memiliki kekuatan penyembuhan.
Ketika pengobatan medis sudah tidak mampu lagi menyembuhkan sakit seseorang, jalan lain yang dipilih adalah pengobatan alternatif. Dimana saat ini tengah popular di kalangan masyarakat, padahal tatacara penyembuhannya bukan standar pengobatan modern/dokter, bahkan ada pengobatan alternatif yang jika dipikir tidak masuk akal.
Di Indonesia yang mayoritas penduduknya adalah muslim, juga tidak lepas dari fenomena ini. Saat ini pengobatan alternatif bermunculan bak jamur di musim hujan.Apalagi saat ini, biaya pengobatan modern yang dirasakan sangat memberatkan.Belum lagi banyaknya gugatan malapraktik yang setidaknya bisa mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap ahli pengobatan modern.
Istilah pengobatan alternatif mengacu pada berbagai perawatan yang biasanya tidak diklasifikasikan sebagai bagian dari tradisi pengobatan barat. Untuk pengobatan sakit punggung, pengobatan siroprkasi (chiropractic) mungkin merupakan bentuk paling umum dari pengobatan alternatif. Pengobatan alternatif juga dapat mencakup perawatan seperti jamu, biofeedback, bekam, gurah, homeopati dan akupunktur, yang semuanya tidak diklasifikasikan sebagai praktik standar dalam sistem kedokteran Barat.
“Pengobatan alternatif juga disebut sebagai pengobatan tradisional”.(Sudarma, 2008:109)

“Pengobatan alternatif atau terapi alternatif merupakan bentuk pelayanan pengobatan yang menggunakan cara, alat atau bahan yang tidak termasuk dalam standar pengobatan kedokteran modern (pelayanan kedokteran standar) dan dipergunakan sebagai alternative atau pelengkap pengobatan kedokteran modern tersebut”. (Mangoenprasojo & Hayati, 2005:4)

Pengobatan alternatif, atau dikenal juga sebagai pengobatan komplementer atau pengobatan integratif atau holistik, juga dapat merujuk kepada pengobatan medis apapun yang tanpa menggunakan obat.
1)      Pengertian Pengobatan Alternatif
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata “Pengobatan” berarti proses, perbuatan, cara mengobati (KBBI,1995:698). Sedangkan kata “alternatif” berarti pilihan diantara dua atau beberapa kemungkinan (KBBI,1995:28).
Kemudian secara istilah, pengobatan alternatif merupakan betuk pelayanan pengobatan yang menggunakan cara, alat, atau bahan yang tidak termasuk dalam standar pengobatan kedokteran modern (pelayanan kedokteran standar) dan dipergunakan sebagai alternatif atau pelengkap pengobatan kedokteran modern tersebut.
Adapun yang menyebutkan bahwa pengobatan alternatif adalah segala jenis pengobatan dengan menggunakan metode pengobatan non medis atau bisa juga diartikan sebagai jenis pengobatan yang berfungsi sebagai metode pengobatan pendukung pengobatan medis. Dengan kata lain pengobatan alternatif adalah pengobatan pengganti yang dibedakan dengan pengobatan modern yang kita kenal sekarang sebagai hasil perkembangan ilmu pengetahuan (bersifat ilmiah).
“Pengobatan alternatif atau terapi alternatif biasa disebut untuk menunjukkan pengobatan non medis”.(Mangoenprasojo & Hayati, 2005:3)

Di indonesia sendiri kini pengobatan alternatif mulai banyak diminati, selain karena minim efek samping atau bahkan tidak memiliki efek samping, pengobatan alternatif pun cendrung lebih murah dibandingkan dengan harga atau jasa pengobatan medis.
2)      Ciri Pengobatan Alternatif
Pengobatan alternatif hampir sama dengan pengobatan tradisional, jika dibandingkan dengan pengobatan konvensional seperti sekarang ini. Barangkali pengobatan konvensional lebih dikenal modern dan lebih dekat dengan kodekteran barat.Sementara, kata alternatif itu sendiri merupakan pengobatan diluar dari konvensional.Seperti roda yang berputar, ada saatnya pengobatan konvensional digemari dan berjaya pada masanya, juga ada saatnya pengobatan alternatif mulai digemari masyarakat karena membandingkan kelebihan dan kekurangan dengan pengobatan konvensional.Pengobatan alternatif itu sendiri masuk akal dan ilmiah, bahkan pada rumah sakit tertentu menjadi pendamping dari pengobatan modern.
Ada beberapa ciri yang menonjol dari semua jenis cabang pengobatan alternatif. Ciri-ciri tersebut adalah:
a)      Penyembuhan alami dari diri sendiri
Pada pengobatan alternatif, mempunyai keyakinan bahwa pada dasarnya tubuh manusia dapat menyembuhkan dengan sendirinya.Bahkan jika melihat kenyataan sekarang, pengobatan konvensional telah mengkerdilkan kemampuan manusia untuk menyembuhkan tubuhnya sendiri.
Contoh sederhana adalah pada penggunaan antibiotik.Pengobatan konvensional menganggap perlu pemberian antibiotik, sementara pada pengobatan alternatif menganggap, bahwa obat belum tentu perlu diberikan, adalah hal yang utama adalah meningkatkan daya tahan tubuh, agar dengan sendirinya dapat mengusir penyakit dari tubuh tersebut.
b)      Lebih memperhatikan perkasus dan tidak Menggeneralkan kasus
Meskipun dua atau lebih pasien mempunyai gejala penyakit yang sama persis, dalam pengobatan alternatif dianggap berbeda. Karena pada hakekatnya tubuh manusia adalah unik, gejala yang timbul belum tentu menunjukkan lemahnya organ yang sama. Kita tentu tahu jika orang sakit pilek-flu-demam cukup beli obat warung, mengkonsumsinya dan sembuh.Pengobatan alternatif tidak bisa men-genaralkan.Kasus gejala yang ada harus diperiksa per pasien.Pemeriksaan pada tubuh-tubuh bagian luar.




c)      Obat yang diambil hanya dari alam
Pengobatan alternatif memandang bahwa manusia mempunyai keterikatan erat dengan alamnya.Semua yang Allah Ta’ala ciptakan tidaklah sia-sia.Semua yang ada dimuka bumi ini diperuntukkan untuk ummat manusia.Apabila sakit, dan obat diperlukan, maka obat tersebut semua melimpah di alam.Barangkali hanya kebodohan manusia saja yang tidak atau belum mengetahuinya, jika memang belum ada kesembuhan. Obat disini adalah, bahan-bahan alami dari tetumbuhan, daging hewan yang dapat dikonsumsi ataupun benda padat tertentu yang tidak bisa dikonsumsi tapi sifatnya sebagai alat bantu saja.
3)      Sejarah Pengobatan Alternatif
Pengobatan alternatif adalah pengobatan pengganti yang dicari orang ketika pengobatan modern tidak mampu menangani seluruh masalah kesehatan. Menurut buku ‘Spiritual Healing’ disebutkan bahwa ditengarai hanya sekitar 20% penyakit saja yang bisa ditangani melalui pengobatan modern sisanya belum diketahui obatnya, karena itulah maka pengobatan alternatif menjadi pilihan kembali karena manusia membutuhkan jawaban atas obatnya.
Perbedaan mendasar antara pengobatan modern adalah bahwa pengobatan modern menganggap manusia lebih bersifat materialistik (darah, daging dan tulang dan mengabaikan aspek spiritual manusia) dan menggunakan obat-obatan materialistik pula, sedangkan manusia sekarang menyadari bahwa banyak penyakit disebabkan oleh masalah kejiwaan atau gangguan spiritual. Namun perlu disadari pula bahwa pengobatanalternatif sebenarnya tidak lengkap dalam menangani masalah kesehatan, karena dengan menganggap masalah kesehatan disebabkan pengaruh roh-roh jahat, kekuatan magis (santet dll), dan ketidak seimbangan enersi (mistik), maka ia mengabaikan penyebab penyakit yang disebabkan oleh hal-hal yang bersifat materialistik (seperti racun, bakteri atau virus).
Jadi munculnya pengobatan modern dan kembalinya pengobatan alternatif adalah karena keduanya hanya memandang dari salah satu aspek manusia, fisikal atau spiritual, padahal hakekat manusia sekarang disadari sebagai holistik (mencakup aspek spiritual, psikis dan fisik). Sebagai contoh, adalah kasus seorang wanita tua yang terjatuh dan mengalami kesakitan di pinggang, ia berobat ke sinshe dan diberi terapi pijat refleksi. Bukannya tambah sembuh ia makin kesakitan, lalu ditangani oleh dokter kristen. Dalam diagnosa dan rontgen terlihat bahwa si nenek tua itu mengidap penyakit osteoporosis dan kejatuhan itu menyebabkan bagian tulang punggung di pinggang retak.Pijat refleksi tentu saja makin memperparah kondisi retak itu.
4)      Cara Pengobatan Alternatif
Filosofi dari pengobatan alternatif biasanya menekankan promosi kesehatan, penyembuhan dan pencegahan melalui kesadaran diri atas pikiran dan tubuh, serta olahraga, gizi, dan bentuk lain dari perawatan diri.Seringkali, praktik pengobatan alternatif digabungkan dengan praktik medis. Misalnya, siropraktor dan dokter spesialis tulang belakang sering saling merujuk pasien satu sama lain atau bekerja sama di klinik yang sama.
Dalam pengobatan alternatif terdapat beberapa cara, dimana cara tersebut tergantung dari jenis pengobatan yang dilakukan. Cara tersebut diantaranya:
a)        Pijat
Pijat adalah sebuah perlakuan ”hands-on”, di mana terapis memanipulasi otot dan jaringan lunak lain dari tubuh untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan. Berbagai jenis pijat dari lembut membelai hingga teknik manual yang lebih dalam untuk memijat otot serta jaringan lunak lainnya. Pijat ini telah dipraktikkan sebagai terapi penyembuhan selama berabad-abad yang hampir ada dalam setiap kebudayaan di seluruh dunia. Ini dapat membantu meringankan ketegangan otot, mengurangi stres, dan membangkitkan rasa ketenangan. Meskipun pijat mempengaruhi tubuh secara keseluruhan, hal itu terutama mempengaruhi aktivitas, sistem muskuloskeletal, peredaran darah, limfatik, dan juga saraf.
b)        Akupunktur
Akupunktur adalah cara pengobatan yang menggunakan cara menusuk jarum pada titik-titik tertentu pada tubuh badan manusia dan digunakan untuk mengembalikan serta mempertahankan kesehatan seseorang dengan menstimulasi titik-titik itu.
Akupunktur juga dapat digunakan sebagai terapi alternatif untuk penyakit yang secara konvensional belum jelas pengobatannya dan apabila pengobatan konvensional sudah kurang bereaksi terhadap panyakit tersebut. Akupunktur juga dapat digunakan secara beriringan dengan terapi konvensional ini dan terbukti dapat membantu penderita yang diserang penyakit berat seperti stroke dalam rehabilitasi mereka.
Kontraindikasi Pengobatan Akupunkturadalah bagi penderita yang dalam keadaan hamil. Selain itu, penderita yang menggunakan pacu jantung ataupun pacemaker juga dinasihatkan untuk tidak memilih pengobatan akupunktur ini. Dan dalam kerja menusuk, seorang akupunkturis tidak bisa menusuk dekat daerah tumor ganas dan juga pada kulit yang sedang meradang.
c)        Bekam
Bekam merupakan metode pengobatan dengan cara mengeluarkan darah yang terkontaminasi toksin atau oksidan dari dalam tubuh melalui permukaan kulit ari. Dalam istilah medis dikenal dengan istilah ‘Oxidant Release Therapy’atau ‘Oxidant Drainage Therapy’ atau istilah yang lebih populer adalah‘detoksifikasi’. Petunjuk praktis dan kaidah medis tersebut banyak sekalididemonstrasikan oleh Rasulullah SAW dan diajarkan kepada para sahabatnya.
“Petunjuk praktis dan kaidah medis berbekam banyak sekalididemonstrasikan oleh Rasulullah SAW dan diajarkan kepada para sahabatnya.”(Kasmui, 2007:4).

Definisi lainnya menyebutkan bekam adalah mengeluarkan darah kotor atau racun dari dalam tubuh melalui permukaan kulit dengan melakukan penyedotan dan penyayatan pada bagian tertentu.
“Bekam adalah mengeluarkan darah kotor atau racun dari dalam tubuh melalui permukaan kulit dengan melakukan penyedotan dan penyayatan pada bagian tertentu.”(Anonim, 2010:90).

Sementara Sunardi (2008:36) mengemukakan hijamah atau bekam menurut bahasa berarti peristiwa penghisapan darah dan mengeluarkannya dari permukaan kulit, yang kemudian ditampung dalam gelas khusus yang menyebabkan penarikan dan penyedotan darah, kemudian dilakukan penyayatan pada kulit dengan pisau atau jarum sehingga darah akan keluar. Abdullah (2009:6) mengatakan bahwa tidak ada definisi yang baku tentang bekam. Hal itu menurutnya disebabkan perbedaan alat yang digunakan atau dengan kata lain alat
5)      Hambatan Pengobatan Alternatif
Setiap pengobatan pada umumnya memiliki hambatan-hambatan dalam prosesnya, begitupula dengan pengobatan alternatif. Hambatan-hambatan tersebut diantaranya sebagai berikut:
a.       Kurangnya sumber daya manusia
Dalam pengobatan alternatif dibutuhkan orang-orang yang terampil dalam mengobati pasien secara ahli tanpa memerlukan bantuan alat-alat modern seperti halnya dokter di rumah sakit besar pada umunya. Di Indonesia masih jarang ditemukan orang-orang ahli seperti ini, sebab kebanyakan orang lebih memilih menjadi tenaga medis karena penghasilannya lebih besar jika dibandingkan dengan pekerjaan sebagai ahli pengobatan alternatif.
b.      Terbatasnya sumber informasi tentang pengobatan alternatif
Informasi merupakan salahsatu hal yang paling penting di dunia pengobatan, tanpa informasi seseorang tidak akan mengetahui prosedur-prosedur yang baik dan benar dalam mengobati pasien secara alternatif. Di Indonesia sumber informasi tentang prosedur berjalannya pengobatan alternatif masih sangat terbatas, untuk itu pengobatan alternatif di Indonesia sedikit terhambat pelaksanaannya.
c.       Pengobatan Tradisional
Menurut penelitian masa kini, pengobatan tradisional memang bermanfaat bagi kesehatan, dan kini digencarkan penggunaannya karena lebih mudah dijangkau masyarakat, baik harga maupun ketersediaannya.Pengobatan tradisional pada saat ini banyak digunakan karena menurut beberapa penelitian tidak terlalu menyebabkan efek sampingdibandingkan dengan pengobatan di kedokteran atau medis.Padahal, pengobatan tradisional sudah digunakan sejak nenek moyang kita.
SKN (Sistem Kesehatan Nasional) juga menyatakan bahwa pengobatan tradisional yang terbukti berhasil guna dan berdayaguna terus dilakukan pembinaan dan bimbingan serta dimanfaatkan untuk pelayanan kesehatan masyarakat. UU kesehatan No. 23 Tahun 1992 pasal 47 menyatakan pengobatan tradisional yang mencakup cara, obat dan pengobatan atau perawatan cara lainnya dapat dipertanggung jawabkan maknanya.
Para ahli pengobatan tradisional ini pada dasarnya melihat kesehatan sebagai satu pendekatan holistik di mana jika adanya berlaku gangguan pada salah satu organ tubuh maka ini akan menyebabkan ketidakseimbangan pada organ tubuh yang lainnya. Tujuan utama pengobatan ini dilakukan lebih kepada penyembuhan dengan menyeimbangkan kondisi organ-organ ini dan bukan hanya untuk menghilangkan gejala sahaja.
Ada juga yang menyebutkan bahwa pengobatan tradisional merupakan cabang dari pengobatan alternatif.
“pengobatan tradisional juga salah satu cabang pengobatan alternatif yang bisa didefinisikan sebagai cara pengobatan yang dipilih oleh seseorang bila cara pengobatan konvensional tidak memberikan hasil yang memuaskan” (Asmino, 1995).

1)      Pengertian Pengobatan Tradisional
Menurut WHO (2000), pengobatan tradisional adalah jumlah total pengetahuan, keterampilan, dan praktek-praktek yang berdasarkan pada teori-teori, keyakinan, dan pengalaman masyarakat yang mempunyai adat budaya yang berbeda, baik dijelaskan atau tidak, digunakan dalam pemeliharaan kesehatan serta dalam pencegahan, diagnosa, perbaikan atau pengobatan penyakit secara fisik dan juga mental.
Disebut pengobatan tradisional, karena menggunakan obat-obat tradisional serta metode yang masih tradisional pula. Sedangkan, yang dimaksud obat tradisional adalah obat-obatan yang diolah secara tradisional, turun temurun, berdasarkan resep nenek moyang,adat istiadat, kepercayaan atau kebiasaan setempat, baik bersifat magic maupun pengetahuan tradisional.
Selain itu, menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan yaitu: obat tradisional adalah obat atau ramuan bahan yang berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan sarian,  atau campuran dari bahan-bahan tersebut yang secara turuntemurun telah digunakan untuk pengobatan, dan dapat diterapkan sesuai dengan norma yang beraku di masyarakat.
Obat tradisional diperoleh dari 3 sumber yaitu tumbuhan, hewan dan mineral (dalam buku resmi disebut simplisia) yang digunakan dalam beberapa bentuk sediaan.
2)      Ciri pengobatan tradisional
Pengobatan tradisional memiliki ciri yang sesuai dengan namanya, dimana segala proses menggunakan metode atau penyembuhan yang tradisional pula. Terutama dalam pengobatannya yang menggunakan obat herbal dari tanaman obat sekitar yang di proses secara tradisional.
Selain itu pengobatan tradisional berpegang pada keseimbangan fungsi organ tubuh secara alami. Sehingga ia tidak hanya mengobati atau menghilangkan gejala satu penyakit, tetapi berusaha mengembalikan fungsi tubuh hingga menjadi seimbang kembali. Pengobatan tradisional biasanya kurang cocok untuk hal-hal yang sifatnya harus cepat penanganannya, misalnya untuk infeksi akut.Sebaliknya pengobatan tradisional sangat bagus untuk penyakit-penyakit kronis yang bahkan tidak sanggup lagi diobati dengan cara medis.
Selain itu ada ciri tersendiri dari pengobatan tradisional, beberapa diantranya sebagai berikut.
a)        Efek sampin tidak ada jika penggunaannya secara benar
Hal ini mengingat tanaman obat bersifat kompleks dan organis yang cocok untuk tubuh yang bersifat kompleks dan organis, sehingga tanaman obat dapat disetarakan dengan makanan, suatu bahan yang dikonsumsi dengan maksud merekonstruksi organ atau sistem yang rusak.
b)        Efektif untuk penyakit yang sulit disembuhkan
Yang dimaksud sulit disembuhkan disini, ialah sulit disembuhkan dengan obat kimia, seperti kanker, tumor, darah tinggi, darah rendah, diabetes, hepatitis, stroke, sinusitis, herpes, bau badan, bisul dan lain-lain.
c)        Harga relatif murah
Murah karena dapat ditanam sendiri, harga akan meningkat jika diperoleh dalam bentuk kering, dan akan meningkat lagi jika diperoleh dalam bentuk hasil olahan. Harga akan menjadi sangat mahal apabila diperoleh dalam bentuk isolat yaitu senyawa tertentu yang diperoleh dari ekstrak tanaman, seperti vincristine, obat kanker yang diisolasi dari ekstrak tapak dara (Catharanthus roseus) dan diimpor.

d)       Tidak memerlukan bantuan tenaga medis
Apabila diagnosa sudah jelas, pengobatan umumnya dapat dilakukan oleh anggota keluarga sendiri tanpa harus tergantung pada bantuan tenaga medis atau paramedis. Dokter dibutuhkan untuk diagnosa yang benar dengan bantuan analisa laboratorium klinik (rekomendasi pengobatan herbal juga dapat diberikan oleh dokter).
3)      Sejarah pengobatan tradisional
Pengobatan secara tradisional tertua yang tercatat dalam sejarah yaitu pada Bangsa Yunani kuno, yang juga banyak menyimpan catatan mengenai penggunaan tanaman obat yaitu Hyppocrates tahun 466 SM yang membuat himpunan keterangan terperinci mengenai ribuan tanaman obat dalam De Materia Medica. Orang- orang Yunani kuno juga telah melakukan pengobatan tradisional.
Perkembangan pengobatan dengan memanfaatkan tumbuhan berkhasiat obat telah diacapai seiring dengan perkembangan kedokteran barat yang telah diakui dunia (intrnasional). Penggunaan herbal atau tanaman obat sebagai obat dikatakan sama tuanya dengan umur manusia itu sndiri. Sejak jamn dahulu makanan dan obet-obatan tidak dapat dipisahkan dan banyak tumbuh-tumbuhan dimakan karena khasiatnya yang menyehatkan.Saat inilah ilmu memanfaatkan berbagai jenis tanaman untuk obat dikembangkan dan menyebar melalui mulut ke mulut sehingga keturunan mereka memahami jenis-jenis tanaman untuk ilmu kedokteran.
Zaman Mesir kuno pada tahun 2500 SM yang ditulis dalam Papyrus Ehers meyebutkan sejumlah besar resep penggunaan produk tanaman untuk pengobatan berbagai penyakit, gejala-gejala penyakit dan diagnosanya.Pada saat itu, para pendeta Mesir kuno telah melakukan dan mempraktekkan pengobatan Herbal.Dalam kepercayaan agama Islam tentang pengobatan, telah disabdakan oleh Rasullullah SAW “Setiap kali Allah menurunkan penyakit, pasti Allah menurunkan (pula) obatnya.” (HR. Bukhari-Muslim).
Sedangkan sejarah di Indonesia, ketika masyarakat berpikir bagaimana untuk bertahan hidup.Bagaimana mendapatkan makanan menjadi kebutuhan pertama. Hal itu membuat mereka melihat sekeliling mereka, apa jenis tumbuhan atau hewan yang dimakan. Tanaman lebih mudah untuk didapatkan dan bukan hanya untuk makanan, tapi juga dapat sebagai pengobatan.Dari titik ini, ilmu memanfaatkan berbagai jenis tanaman untuk pengobatan dikembangkan.Ilmu itu menyebar melalui mulut ke mulut sehingga keturunan mereka memahami jenis-jenis tanaman untuk ilmu kedokteran.
Nenek moyang kita juga menggunakan tanaman untuk obat. Pada 772 M, sejarah ini tercatat dalam dokumen tertua, yaitu diukir obat di Candi Borobudur. Hal ini juga ditemukan di Candi Prambanan, Candi Panataran dan Candi Tegalwangi. Dalam era kraton-kraton Indonesia, misalnya Kraton Surakarta, kemudian dibukukan dalam “Bab Kawruh Jampi”, diamabil dari tanaman yang liar disekitar rumah. Ketika menjadi jarang dan langka nenek moyang kita mencari tanaman-tanaman herbal lebih jauh seperti hutan.Panjang tanaman yang berbeda membuat kualitas yang berbeda.Hal ini menimbulkan ide untuk mengembangkannya.
Dalam kraton-kraton Indonesia, misalnya Kraton Surakarta, pengetahuan tentang kormulasi obat dari bahan alami untuk pengobatan secara tradisional telah dibukukan dalam “Bab Kawruh Jampi Jawi” (Pengetahuan Ramun Jawa), dipublikasikan pada tahun 1858 ini terdiri dari 1734 formulasi herbal.
Ketiak Belanda menduduki Indonesia, pengetahuan barat masuk, pengetahuan obat alami bergeser perlaha-lahan di masyarakat, sehingga mereka kekurangan tanaman obat.Selain itu, mereka enggan menggunakannya karena ditentukan sebagai kuno dan tidak memenuhi syarat cukup.Setelah Belanda pergi, dan pengaruh Barat hilang.Secara global, obat-obatan herbal lebih umum dipraktekkan daripada obat-obatan konvensional.Kemajuan yang sangat pesat sampai saat ini dimana banyak sekali para herbalis mengandalkan pengetahuan mereka tentang obat-obatan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan untuk merawat dan mengobati penyakit.
Saat ini obat herbal digunakan di klinik pengobatan tradisional RS.Dr.Soetomo Surabaya dan beberapa rumah sakit besar di Jakarta juga menyediakan obat herbal.Di Mojokerto pun juga dibangun Dyang Sumbi, sebuah tempat khusus obat-obat herbal dan perawatannya.




4)      Cara pengobatan tradisional
Cara pengobatan tradisional tergantung dari penyakit yang diderita pasien, namun pengobatan menggunakan tanaman obat sebagai acuan dalam penyembuhannya. Berbeda dengan pengobatan medis, pengobatan tradisional tidak menggunakan alat-alat canggih. Namun, diawali dengan menyelidiki gejala-gejala yang di derita pasien dengan mengetahui keluhan yang di alami dan setelah diketahui penyakitnya di beri ramuan obat dati tanaman yang harus dikonsumsi sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.
5)      Hambatan pengobatan tradisional
Pengembangan pengobatan tradisional di Indonesia masih menghadapi kendala sehingga potensi yang ada belum dapat dimanfaatkan secara optimal.Dalam prosesnya, pengobatan tradisional menggunakan obat-oabat tradisional atau herbal dengan memanfaat sumber daya hayati yang ada. Dalam pemenuhannya ada beberapa faktor yang menjadi penghambat, yaitu:
a)      Sumber Daya Manusia yang terbatas
Sumber Daya Manusia yang menguasai pengobatan tradisional secara menyeluruh masih terbatas.
b)      Sarana pendukungmasih kurang
Sarana pendukung untuk mengembangkan obat herbal masih kurang.Dimana belum adanya RS tradisional di Indonesia, belum dimasukkannya pendidikan herbal secara khusus dalam kurikulum pendidikan kedokteran dan tanaman obat asli Indonesia kurang didukung oleh penelitian sebagai bukti ilmiah atas khasiat suatu produk, sehingga pemanfaatan obat herbal asli Indonesia di sarana pelayanan kesehatan masih sedikit.
"Kendala itu di antaranya sampai saat ini belum ada fasilitasi yang memudahkan pengembangan obat herbal secara optimal antara dunia keilmuan (akademisi) dengan industri dan masyarakat," kata peneliti dari Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Dr Triana Hertiani, di sela-sela "International Workshop Development of Phytochemicals into Commercial Pharmaceutical Products" di Yogyakarta, Senin (5/7/2010).
c)      Minimnya dukungan
Minimnya dukungan untuk perkembangan pengobatan tradisional.Hal ini dikarenakan penelitiannya terbentur pada biaya yang besar, dan waktu yang lama.
Padahal, di era pasar bebas seperti saat ini, harmonisasi obat herbal di tingkat ASEAN mutlak dilakukan. Wakil Dekan Bidang Akademik, Penelitian, dan Pengabdian Masyarakat Fakultas Farmasi UGM Prof Subagus Wahyuono mengatakan, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam pengembangan obat herbal. Salah satu diantaranya adalah teknologi untuk bisa memperbanyak senyawa aktif dan template (kerangka) dari senyawa aktif agar bisa diperoleh dalam jumlah besar.
Selain itu, masyarakat Indonesia yang hobi bertani seharusnya semakin memperjelas potensi Indonesia dalam pengembangan obat herbal. Sebagian bahan baku obat herbal masih diambil dari hutan dan dikhawatirkan akan terjadi kelangkaan jenis tumbuhan obat tertentu. Dengan kebutuhan bahan baku yang terus meningkat, laju pengambilan tumbuhan obat lebih cepat dari kemampuan hutan itu sendiri dalam memulihkan populasinya.
Apalagi ditambah dengan eksploitasi dan kerusakan hutan maka kelangkaan dari spesies tumbuhan tertentu tidak bisa dihindari. Oleh karena itu pembudidayaan tumbuhan obat oleh masyarakat, khususnya petani, dapat dijadikan alternatif pengembangan bahan baku tumbuhan obat sekaligus sebagai upaya konservasi untuk pelestarian sumber bahan alam dan ketersediaan bahan baku dari hutan. Pada kenyataannya para petani enggan untuk bertani produk biofarmaka karena kebutuhannya tidak sebesar sayuran atau buah-buahan yang setiap saat dapat diserap pasar.Akibatnya permintaan yang cukup besar, baik dari pasar lokal maupun dunia, selalu tidak bisa dipenuhi. Keadaan seperti ini menunjukkan bahwa pasar domestik bahan baku dan simplisia biofarmaka masih sangat terbuka lebar untuk para pelaku di bidang ini.
Dalam hal ini diperlukan tanggung jawab bersama, terutama dari pihak petani dan perusahaan yang bergerak di industri obat herbal atau farmasi yang menggunakan bahan baku alam.Pemanfaatan obat herbal bertujuan untuk menghasilkan produk herbal yang memenuhi penegakan mutu, khasiat dan keamanan yang dapat dipertanggungjawabkan melalui penelitian.Potensi Indonesia untuk mendukung hal tersebut memang sangat besar namun ada kendala yang harus dipatahkan melalui upaya yang melibatkan berbagai pihak.
Berdasarkan kendala yang telah dipaparkan maka upaya yang dapat dilakukan untuk memperlancar produksi obat herbal sebagai salah satu modal dalam proses pengobatan tradisisonal tersebut meliputi:
a)      Sosialisasi pemanfaatan herbal sehingga potensi kekayaan alam Indonesia dapat tergali, baik dari segi budidaya maupun pemanfaatannya sebagai sumber pengobatan;
b)      Mendekatkan tumbuhan obat pada pelayanan kesehatan masyarakat;
c)      Usaha budidaya tanaman obat dan produk pengolahan oleh masyarakat;
d)     Penelitian tumbuhan obat dan aplikasinya untuk menghasilkan obat herbal yang memenuhi syarat mutu/kualitas, aman dan khasiat/kemanfaatan;
e)      Kerjasama dari berbagai pihak, seperti pemerintah, industri obat tradisional dan farmasi, peneliti, peguruan tinggi, peraturan perundang-undangan yang jelas untuk perlindungan terhadap sumber daya alam hayati, khususnya tumbuhan obat.

4.      Pengobatan tradisional melalui tanaman obat sekitar
Perubahan pola pengobatan masyarakat ke obat-obatan yang terbuat dari bahan alami saat ini sudah mengglobal. Tidak hanya masyarakat Indonesia yang mengampanyekan slogan “kembali ke alam”, namun masyarakat duniapun cenderung  melakukan hal yang demikian. Hal ini merupakan peluang besar bagi Indonesia untuk membudidayakan tumbuhan obat, maupun industri pengolahannya dengan skala yang cukup besar sebagai salah satu upaya pengobatan tradisional melalui tanaman obat sekitar.
Menurut WHO, negara negara di Afrika, Asia dan Amerika Latin menggunakan obat herbal sebagai pelengkap pengobatan primer yang mereka terima. Bahkan di Afrika, sebanyak 80% dari populasi menggunakan obat herbal untuk pengobatan primer (WHO, 2003). Faktor pendorong terjadinya peningkatan penggunaan obat herbal di negara maju adalah usia harapan hidup yang lebih panjang pada saat prevalensi penyakit kronik meningkat, adanya kegagalan penggunaan obat modern untuk penyakit tertentu di antaranya kanker serta semakin luas akses informasi mengenai obat herbal di seluruh dunia (Sukandar EY,2006).
WHO merekomendasi penggunaan obat tradisional termasuk herbal dalam pemeliharaan kesehatan masyarakat, pencegahan dan pengobatan penyakit, terutama untuk penyakit kronis, penyakit degeneratif dan kanker.WHO juga mendukung upaya- upaya dalam peningkatan keamanan dan khasiat dari obat tradisional (WHO, 2003).Penggunaan obat tradisional secara umum dinilai lebih aman dari pada penggunaan obat modern.Hal ini disebabkan karena obat tradisional memiliki efek samping yang relatif lebih sedikit dari pada obat modern.
Indonesia merupakan salah satu negara megabiodiversity terbesar di dunia.Indonesia juga dikenal sebagai gudangnya tumbuhan obat (herbal) sehingga mendapat julukan live laboratory. Di Indonesia terdapat sekitar 9.000-an spesies tanaman yang disinyalir memiliki khasiat obat. Baru sekitar 5% yang dimanfaatkan sebagai bahan fitofarmaka sedangkan sekitar 1.000-an jenis tanaman sudah dimanfaatkan untuk bahan baku jamu. Dengan kondisi lahan yang variatif, dari pantai hingga pegunungan, ditambah banyaknya lahan tidur yang belum dimanfaatkan maka potensi Indonesia untuk menjadi sentra pengembangan obat bahan alam yang berorientasi ekspor sangatlah terbuka. Apalagi obat bahan alam merupakan salah satu alternatif untuk pengobatan yang murah, sehingga prospek obat jenis ini ke depan cukup baik.
Di Indonesia obat bahan alam digolongkan menjadi jamu, obat herbal terstandar, dan fitofarmaka.Ketiganya dibedakan berdasarkan tingkatan uji klinisnya.Jamu adalah jenis herbal yang hanya berdasarkan pengalaman masyarakat, sedangkan obat herbal terstandar telah diuji khasiat dan toksisitasnya, namun belum diujicobakan penggunaannya pada pasien. Fitofarmaka adalah obat herbal yang telah lulus uji klinis, layak diresepkan oleh dokter dan dapat beredar di pusat pelayanan kesehatan.
Beberapa tanaman obat sekitar kita yang dapat dimanfaatkan dalam proses pengobatan tradisional, beberapa diantaranya yaitu kunyit, jahe, lidah buaya, mahkota dewa dan sirih.
a.       Kunyit
Nama lain kunyit adalah kunir (Jawa), koneng (Sunda), dan konyet (Madura). Kunyit dengan nama latin Curcuma longa L atau Curcuma clomestica Val lebih sering digunakan sebagai pelengkap bumbu masakan atau jamu untuk menjaga kesehatan dan kecantikan.
Kunyit termasuk salahsatu tanaman rempah-rempah dan tanaman obat.Tanaman ini biasanya tumbuh liar dipekarangan rumah.Kunyit termasuk tanaman berbatang semu dan basah.Batang dibentuk dari pelepah daun. Tinggi tanaman dapat mencapai 1,5 meter.
Tanaman kunyit berdaun tunggal, bentuknya lanset lebar dan bertangkai panjang dengan tulang daun menyirip dan berwarna hijau pucat.Bunganya termasuk bunga majemuk yang berwarna putih sampai kuning muda.Tanamn ini menghasilkan rimpang berwarna kuning jingga, kuning jingga kemerahan sampai kuning jingga kecoklatan.
Kunyit selain digunakan sebagai rempah atau bumbu penyedap dapat juga digunakan sebagai obat.Rimpangnya sangat bermanfaat sebagai antikoagulan, menurunkan tekanan darah, obat cacing, obat asma, penambah darah, mengobati sakit perut, penyakit hati, stimulan, gatal-gatal, gigitan serangga, diare dan rematik.
Rimpang kunyit mengandung minyak atsiri, kurkuin, resin, oleoresin, desmetoksikurkumin, damar agom, lemak, protein, kalsium, fosfor dan besi.Rimpang kunyit yang berumur lebih dari satu tahun biasanya dipakai untuk obat.Rimpag kunyit yang berbau khas aromatik, rasanya agak pahit dan sedikit pedas bersifat mendinginkan, membersihkan, mempengaruhi bagian perut, khususnya pada lambung, merangsang, melepaskan kelebihan gas diusus, menghentikan pendarahan dan mencegah penggumpalan darah.
Kunyit dapat dikonsumsi dalam bentuk perasan yang disebut filtrat, juga diminum sebagai ekstrak atau digunakan sebagai salep untuk mengobati bengkak. Khasiat dan cara pengolahannya:
1)      Menyembuhkan hidung yang tersumbat
a)      Bahan dan alat yang diperlukan:
·         Rimpang kunyit secukupnya
·         Tempat pemanggang
b)      Cara meracik:
Rimpang kunyit dibakar
c)      Cara pemakaian:
Hisap atau hiruplah rimpang yang telah dibakar tersebut melalui lubang hidung yang tersumbat.
2)      Menurunkan kadar kolesterol
a)      Bahan dan alat yang diperlukan:
·         10 gram rimpang kunyit yang sudah dibersihkan
·         2 gelas air
·         Saringan
b)      Cara meracik:
·         Rimpang kunyit dibersihkan
·         Kemudian rimpang kunyit yang telah dibersihkan diiris tipis-tipis
·         Rebus dalam 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas
·         Setelah dingin, air disaring
c)      Cara pemakaian:
Ramuan ini diminum 3 kali sehari selama 12 minggu.
3)      Kencing manis (diabetes mellitus)
a)      Bahan dan alat yang diperlukan:
·         3 buah rimpang kunyit
·         ½ sendok teh garam
·         1 liter air mineral
·         Saringan
b)      Cara meracik:
·         Rebus 1 lites air sampai mendidih
·         Masukkan 3 buah rimpang kunyit dan ½ sendok teh garam
·         Setelah selesai kemudian disaring
c)      Cara pemakaian:
Ramuan ini diminum 2 kali seminggu sebanyak ½ gelas.
4)      Tifus
a)      Bahan dan alat yang diperlukan:
·         2 rimpang kunyit
·         1 bonggol sereh
·         1 lembar daun sambiloto
·         1 gelas air hangat
·         Saringan
·         Tumbukkan
b)      Cara meracik:
·         Tumbuk semua bahan sampai halus
·         Tambahkan 1 gelas air hangat
·         Disaring sampai menghasilkan sari-sari ramuan
c)      Cara pemakaian:
Ramuan ini diminum dan lakukan selama 1 minggu berturut-turut.
5)      Usus buntu
a)      Bahan dan alat yang diperlukan:
·         1 rimpang kunyit
·         1 buah jeruk nipis
·         1 potong gula kelapa / aren
·         Garam secukupnya
·         Parutan
·         1 gelas air panas
·         Saringan
b)      Cara meracik:
·         Rimpang kunyit diparut
·         Jeruk nipis diperas untuk diambil airnya
·         Campurkan rimpang kunyit yang telah diparut dan jeruk nipis yang telah diperas dengan  gula kelapa/aren serta garam dengan diseduh menggunakan 1 gelas air panas
·         Setelah bahan-bahan dicampur, saring bahan-bahan tersebut sampai mendapatkan sari-sarinya
c)      Cara pemakaian:
Ramuan diminum setiap pagi setelah makan dan lakukan secara teratur.
6)      Batu empedu
a)      Bahan dan alat yang diperlukan
·         10 gram kunyit
·         20 gram kapulaga
·         30 gram temulawak
·         10 gram meniran
·         40 gram kumis kucing
·         10 gram genpur watu
·         10 gram beligo
·         100 cc air sari jeruk nipis
·         200 cc air
·         Panci
b)      Cara meracik:
Semua bahan dimasukkan kedalam panci, kemudian direbus hingga mendidih.
c)      Cara pemakaian:
Ramuan ini diminum 3 kali sehari,  dan  lakukan  dalam  waktu  7  hari  berturut-turut.
7)      Amandel
a)      Bahan  dan  alat  yang  diperlukan:
·         1  rimpang  kunyit
·         1  buah  jeruk  nipis
·         2  sendok  makan  madu
·         Parutan
·         ½  gelas  air  hangat
·         Saringan
b)      Cara  meracik:
·         Rimpang  kunyit  diparut
·         Jeruk  nipis  diperas  untuk  diambil  airnya
·         Campur  kunyit  yang  telah diparut  dan air  perasan  jeruk  nipis  dengan  madu  dan  ½  gelas  air  hangat
·         Aduk  sampai  merata  dan  saring
c)      Cara  pemakaian:
Ramuan  ini  diminum  2  kali  sehari secara  rutin
8)      Diare
a)      Bahan  dan  alat  yang  diperlukan:
·         3  jari  rimpang  kunyit
·         10  gram  gambir
·         Kapur  sirih  secukupnya
·         Tumbukkan
·         3  gelas  air  bersih
·         Saringan
b)      Cara  meracik:
·         Semua  bahan  ditumbuk  sampai  halus
·         Rebus  dengan  air  bersih  sebanyak  3  gelas  sampai  mendidih
·         Pada  saat  hangat-hangat  kuku,  airnya  disaring
c)      Cara  pemakaian:
Minumlah  ramuan  ini  2  kali  sehari  pada  pagi  dan  petang  dan  lakukan  sampai  sembuh
9)      Hepatitis
a)      Bahan  dan  alat  yang  diperlukan:
·         15  gram   kunyit
·         15 gram daun inggu
·         15 gram bratawali
·         1 liter air
·         Panci
b)      Cara meracik:
·         Rimpang kunyit dan bratawali dipotong-potong
·         Masukkan kedalam panci
·         Tambahkan daun inggu
·         Rebus dengan air
·         Biarkan sampai air rebusan tersisa ½ liter
c)      Cara pemakaian:
Ramuan ini diminum 3 kali sehari
10)  KB Tradisional
a)      Bahan dan alat yang diperlukan:
·         3 jari rimpang kunyit (telah dikuliti)
·         ¼ sendok teh garam dapur
·         1 gelas air bersih
·         Pemanggang
·         Tumbukkan
b)      Cara meracik:
·         Kunyit dipanggang sekitar 3 menit
·         Kunyit yang telah dipanggang, ditumbuk sampai halus
·         Tuangkan ¼ sendok teh garam dapur kedalam kunyit yang telah di tumbuk
·         Aduk sampai merata dan tambahkan air
·         Kemudian diperas
c)      Cara pemakaian:
Air perasannya diminum 2 kali sehari sebanyak 1 gelas
b.      Jahe
Nama lain dari jahe adalah jae (jateng), jhai (madura), jahe (sunda), cipakan (Bali), halia (Aceh), bahing (Batak), lahia (Nias), sipadeh (Padang), jahi (Lampung), sipados (Kutai), marito (Gorontalo), lana (Makassar) dan pese (Bugis).
Jahe dengan nama latin Zingiber officinale sudah banyak dikenal masyarakat. Jahe biasanya dikonsumsi berupa sekoteng, bandrek, ronde, wedang jahe dan bubur kacang hijau.Minuman ini digemari karena mampu memberikan rasa hangat dimalam hari, terutama didaerah pegunungan.Selain sebagai bahan minuman, jahe juga biasa digunakan untuk bumbu masakan.
Jahe adalah tanaman rimpang yang sangat populer sebagai rempah-rempah dan bahan obat.Rimpangnya berbentuk jemari yang menggembung diruas-ruas tengah.Rasa pedas yang dimiliki jahe disebabkan adanya senyawa keton bernama zingeron.
Tanaman ini berbentuk herba semusim dan tumbuhnya tegak.Batang jahe merupakan batang semu, beralur dengan tinggi mencapai 30-100 cm dan berwarna hijau.Akarnya berbentuk rimpang dengan daging akar berwarna kuning hingga kemerahan dan memiliki bau menyengat.
Tanaman jahe berdaun tunggal, menyirip dengan panjang 15-23 mm dan tangkai daun berbulu halus. Bunga jahe merupakan bunga majemuk yang tumbuh dari dalam tanah berbentuk bulak (bulat telur) dengan panjang 3,5-5 cm dan lebar 1,5-1,7 cm. Buahnya berbentuk kotak, bulat panjang dan berwarna coklat.
Tanaman jahe dapat tumbuh subur pada ketinggian 0-1.500 m diatas permukaan laut (dpl).Sekarang masyarakat sudah banyak yang membudidayakan tanaman ini baik sebagai tanaman rempah maupun tanaman obat.Terdapat 3 jenis jahe yang dikenal maasyarakat, yaitu sebagai berikut.
1)      Jahe Gajah
Merupakan jahe yang paling disukai dipasaran internasional.Bentuknya besar gemuk dan rasanya tidak terlalu pedas.Daging rimpang jahe ini berwarna kuning hingga putih.
2)      Jahe Kuning
Merupakan jahe yang banyak dipakai sebagai bumbu masakan, terutama untuk konsumsi lokal.Rasa dan aromanya cukup tajam.Ukuran rimpang jahe ini sedang dengan warna dagingnya kuning.
3)      Jahe Merah
Jahe jenis ini memiliki kandungan minyak atsiri tinggi dan rasanya paling pedas, sehingga cocok untuk bahan dasar farmasi dan jamu. Ukuran rimpangnya paling kecil dan  berwarna merah.Rimpang jahe mengandung minyak atsiri zingiberena (zingirona), zingiberal, lasabolena, kurkunen, gingerol, filandrena dan resin pahit.
Jahe sebenarnya lebih populer sebagai bahan makanan dan minuman. Di Jepang, rebungnya dijadikan bahan sayur, acar atau asinan. Di Indonesia mungkin baru orang Manado yang memanfaatkan rebung jahe sebagai salahsatu pendamping nasi untuk lalapan disamping sambal pedas.
Selain sebagai bahan makanan dan minuman, rimpang jahe terkenal sebagai obat.khasiat dari rimpang jahe dapat mengobati beberapa penyakit diantaranya sebagai berikut.
§  Menyembuhkan batuk kering, radang tenggorokan.
§  Sebagai tonikum.
§  Menambah nafsu makan.
§  Rematik.
§  Sakit kepala.
§  Serbat (minuman penghangat).
§  Perut kembung, sakit mulas, melegakan perut.
§  Gatal-gatal, luka.
§  Salesma (influenza).
§  Epilepsi.
§  Sakit maag.
§  Cacar air.
§  Menurunkan panas anak.
§  Impoten dan lemah syahwat.
§  Menyembuhkan sakit tenggorokan.
Khasiat dan cara pengolahannya:
1)      Salesma (Influenza)
a)      Bahan dan alat yang diperlukan:
·         1 rimpang jahe merah
·         1 genggam herba poko segar
·         6 buah kemukus
·         2 biji jinten
·         Tumbukan
·         Air secukupnya
·         cuka
b)      Cara meracik:
Semua bahan dihaluskan dan tambahkan air secukupnya sampai berupa pasta.
c)      Cara pemakaian:
Larutkan pasta kedalam cuka hangat dan oleskan ke seluruh badan untuk mempercepat keluarnya keringat.
2)      Batuk
a)      Bahan dan alat yang diperlukan:
·         50 gram jahe
·         100 gram daun jinten
·         100 gram kapulaga ( ditumbuk )
·         100 gram ketumbar
·         100 gram bawang merah ( diparut)
·         100 gram pegagan
·         300 cc madu
·         Saringan
·         800 cc Air
b)      Cara meracik:
·         Rebus semua bahan ( kecuali madu ) dengan 800 cc air selama 1 jam
·         Setelah itu disaring dan tambahkan madu
c)      Cara pemakaian:
Ramuan diminum 3 kali sehari sebanyak 15 cc.
3)      Epilepsi
a)      Bahan dan alat yang diperlukan:
·         1 jari jahe
·         Gula secukupnya
·         Tumbukan
·         1 gelas air panas
b)      Cara meracik:
Jahe ditumbuk, lalu direbus dengan air panas sebanyak 1 gelas.Tambahkan gula secukupnya.
c)      Cara pemakaian:
Airnya diminum setiap hari.
4)      Cacar air
a)      Bahan dan alat yang diperlukan:
·         2 jari rimpang jahe
·         2 siung bawang putih
·         2 butir telur ayam kampung
·         Madu secukupnya
·         Tumbukan
b)      Cara meracik:
·         Tumbuk jahe dan bawang putih sampai halus
·         Tambahkan madu dan kuning telur ayam kampung, aduk sampai rata
c)      Cara pemakaian:
Ramuan ini diminum 3 kali sehari sebanyak 3 sendok makan.
5)      Rematik
a)      Alat dan bahan yang diperlukan:
·         2 jari rimpang jahe
·         5 siung bawang merah
·         Tepung terigu 1 gelas
·         Tumbukan
·         Air masak secukupnya
b)      Cara meracik:
·         Tumbuk bawang merah dan jahe sampai halus
·         Kemudian tambahkan tepung terigu dan air masak secukupnya
·         Remas dengan menggunakan tangan sampai mengeluarkan sari-sarinya.
c)      Cara pemakaian:
Ramuan ini digunakan untuk menggosok atau mengurut bagian yang sakit.
6)      Impoten
a)      Bahan dan alat diperlukan:
·         1 jari rimpang jahe
·         1 buah jeruk nipis
·         1 butir telur ayam kampung
·         1 sendok makan kecap
·         1 sendok makan kopi bubuk
·         1 sendok makan madu
·         1 sendok teh merica
·         Parutan
·         Tumbukan
b)      Cara meracik:
·         Parut jahe hingga lumat kemudian diperas
·         Merica ditumbuk sampai halus
·         Tambahkan bahan lainnya dan aduk sampai merata
c)      Cara pemakaian:
Ramuan ini diminum 3 kali dalam satu minggu.
c.       Lidah buaya
Lidah buaya dengan nama latin Aloe Vera L, sudah banyak dikenal masyarakat, biasanya digunakan sebagai penyubur rambut, penyembuh luka dan untuk perawatan kulit. Lidah buaya biasanya tumbuh didaerah kering dan termasuk tanaman hias yang ditanam dalam pot.
Tanaman lidah buaya memiliki batang yang pendek.Batangnya tidak kelihatan karena tertutup oleh daun-daun yang rapat dan sebagian terbenam dalam tanah. Dari batang inilah akan muncul tunas-tunas yang selanjutnya akan menjadi anakan dan tumbuh menjadi tanaman baru.
Daun lidah buaya berbentuk pita dengan helaian daun yang memanjang. Daunnya berdaging tebal, tidak bertulang, berwarna hijau keabu-abuan bersifat sukulen (banyak mengandung air), banyak mengandung getah atau lendir (gel) dan rasanya pahit, biasanya digunakan sebagai bahan baku obat-obatan.
Tanaman lidah buaya tahan terhadap kekeringan karena didalam daun banyak tersimpan cadangan air yang dapat dimanfaatkan pada waktu kekurangan air.Bentuk daunnya menyerupai pedang dengan ujung meruncing.Permukaan daun dilapisi lilin, dengan duri lemas dipinggirnya.
Bunga lidah buaya berwarna kuning atau kemerahan berupa pipa yang mengumpul dan keluar dari ketiak daun.Bunganya berukuran kecil, tersusun dalam rangkaian berbentuk tandan dan panjangnya bisa mencapai 1 meter.Akar lidah buaya berupa akar serabut yang pendek dan berada dipermukaan tanah.
Lidah buaya mengandung antrakinin, barbalin, isobarbaloin, aloeemodin, aloenin aloesin, hidroksianidin, acemanan, asam salisilat, saponin, sterol, triterpenoid, flavonoida, tanin, polifenol, juga terdapat mineral-mineral seperti K, Ca, N, Co, dan C serta vitamin A, B6, B12, C dan E.
Khasiat dari lidah buaya bagi kesehatan yaitu sebagai anti inflamasi, anti jamur, anti bakteri, membantu proses regenerasi sel, menurunkan kadar gula bagi penderita diabetes, mengontrol tekanan darah, menstimulasi kekebalan tubuh terhadap serangan penyakit kanker, mencegah rambut rontok, meremajakan sel kulit, membantu pengobatan sembelit, menyuburkan rambut serta dapat digunakan sebagai nutrisi pendukung bagi orang yang memiliki kanker serta penderita HIV/AIDS. Khasiat dan cara pengolahan:
1)      Kencing manis (diabetes mellitus)
a)      Bahan dan alat yang diperlukan:
·         2 buah pelepah lidah  buaya
·         3 gelas air
·         Saringan
·         Pisau
b)      Cara meracik:
·         Lidah buaya dicuci hingga bersih lalu dibuang kulitnya
·         Potong-potong daging pelepah lidah buaya menjadi ukuran yang lebih kecil
·         Pelepah lidah buaya yang sudah dipotong lalu di rebus dengan 3 gelas air hingga ¾ bagian
·         Saring setelah ramuan mulai dingin
c)      Cara pemakaian:
Airnya diminum 3 kali sehari sebanyak 3 gelas
2)      Kencing darah
a)      Bahan dan alat yang diperlukan:
·         15 gram daun lidah buaya
·         30 gram gula
·         Air beras secukupnya
·         Perasan
b)      Cara meracik:
Daun lidah buaya diperas, lalu tambahkan gula dan air beras secukupnya.
c)      Cara pemakaian:
Airnya diminum secara teratur sampai sembuh.
3)      Wasir
a)      Bahan dan alat yang diperlukan:
·         ½ batang daun lidah buaya
·         2 sendok makan madu
·         Parutan
·         ½ cangkir air matang
·         Saringan
b)      Cara meracik:
·         Batang daun lidah buaya dibuang durinya
·         Cuci hingga bersih lalu di parut
·         Tambahkan ½ cangkir air matang dan madu
·         Aduk sampai merata, lalu disaring
c)      Cara pemakaian:
Air saringannya diminum 3 kali sehari sampai sembuh.
4)      Mencegah uban
a)      Bahan dan alat yang diperlukan:
·         1 genggam daun rambutan
·         1 batang daun lidah buaya
·         Tumbukkan
·         Air secukupnya
·         Perasan
b)      Cara meracik:
·         Daun rambutan ditumbuk sampai halus
·         Tambahkan sedikit air, lalu peras
·         Lidah buaya diambil lendirnya
·         Lendir lidah buaya dicampurkan dengan rambutan yang sudah ditumbuk sampai halus, aduk sampai merata.
c)      Cara pemakaian:
Basahi seluruh kulit kepala dengan menggunakan ramuan tersebut sampai merata, biarkan selama 15 menit.Setelah itu bilaslah dengan menggunakan air bersih dan lakukan 2 kali seminggu.
d.      Mahkota dewa
Nama lain dari mahkota dewa adalah mahkuto dewa, mahkuto rojo atau akutoratua ( Jawa Tengah dan Yogyakarta) dan simalakama.
Mahkota dewa dengan nama latin Phaleria macrocarpa dikenal sebagai salah satu tanaman obat di Indonesia. Tanaman mahkota dewa berasal dari daratan Papua.
Tanaman mahkota dewa sering kali ditanam di kebun atau di pekarangan sebagai tanaman hias atau sebagai tanaman peneduh. Tanaman mahkota dewa tumbuh tegak, tingginya mencapai 1-2,5 meter dan batangnya berbentuk bulat, dengan permukaan kasar dan berwarna coklat. Mempunyai getah dan percabangannya simpodial.
Daun mahkota dewa termasuk daun tunggal dengan letaknya berhadapan dan bertangkai pendek.Helaian daunnya berbentuk landset atau jorong dengan ujung dan pangkalnya runcing dan tepi daun rata, tulang daun menyirip, permukaan daun licin dan berwarna hijau.
Tanaman ini berbunga sepanjang tahun dan bunganya terletak menyeluruh pada batang atau pada ketiak daun.Bunganya berbentuk tabung dan berukuran kecil, warnanya putih dan berbau harum.Sedangkan buahnya memiliki diameter 3-5 cm dengan permukaan licin dan beralur.Pada waktu muda, buahnya berwarna hijau, sedangkan sudah tua buahnya berwarna putih, berserat dan berair.Bijinya bulat keras berwarna coklat.
Tanaman mahkota dewa dpat tumbuh baik pada ketinggian 10-1000 meter di atas permukaan laut (dpl) dan dapat ditanam melalui biji atau hasil cangkok.Apabila ditanam dari biji biasanya pada umur 10-12 buah, tanaman mahkota dewa sudah berbuah. Sedangkan yang ditanam dari hassil cangkokan berbuahnya akan lebih cepat.Penanaman tanaman mahkota dewa dapat ditanam dalam pot maupun di tanah, tetapi pertumbuhannya akan lebih baik apabila ditanam di tanah.
Tanaman ini banyak ditanam karena memiliki banyak khasiat untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit.Bagian tanaman yang dimanfaatkan sebagai obat adalah batang, daun dan buah.Batangnya dapat mengobati kanker.Sedangkan daunnya dapat mengobati lemah syahwat, disentri, alergi dan tumor.
Kandungan kimia yang terdapat pada buah mahkota dewa adalah sebagai berikut.
§  Alkaloid, yang bersifat deksifikasi dan dapat menetralisasi racun di dalam tubuh.
§  Saporin, yang bermanfaat sebagai:
-          Sumber antibakteri dan antivirus,
-          Meningkatkan sistem kekebalan tubuh,
-          Meningkatkan vitalitas,
-          Menguragi kadar gula dalam darah,
-          Mengurangi penggumpalan darah.
§  Flavonoida, yang berfungsi untuk:
-          Melancarkan peredaran darah keseluruh tubuh dan mencegah terjadinya penyumbatan pada pembuluh darah,
-          Mengurangi risiko penyakit jantung koroner,
-          Mengurangi kandungan kolesterol serta mengurangi penimbunan lemak pada dinding pembuluh darah,
-          Antiinflamasi (anti radang),
-          Sebagai antioksidan,
-          Membantu mengurangi rasa sakit jika terjadi pendarahan atau pembengkakan.
§  Polifenol, berfungsi sebagai antihistamin (anti alergi).
Selama ini daun dan buah mahkota dewa dimanfaatkan masyarakat indonesia sebagai obat penyakit kulit, gatal-gatal dan eksin serta masih banyak penyakit lainnya terutama penyakit yang berhubungan dengan luka. Penyakit tersebut ditandai dengan gejala gatal-gatal, pertanda adanya alergi terhadap agen tertentu yang mendorong sel-sel tubuh mengeluarkan histamin.
Khasiat dan cara pengolahan:
1)      Kanker (serius)
a)      Bahan dan alat yang diperlukan:
·         1 sendok teh ramuan racik mahkota dewa
·         1 sendok teh kunyit putih instan
·         3 gelas air
b)      Cara meracik:
·         Ramuan racik mahkota dewa direbus dalam 3 gelas air sampai mendidih.
·         Tunggu rebusan hingga airnya tersisa ½ bagian.
·         Lalu tambahkan kunyit putih, aduk sampai merata.
c)      Cara pemakaian:
Ramuan ini diminum 3 kali sehari.
2)      Diabetes mellitus
a)      Bahan dan alat yang diperlukan:
·         3-5 potong teh racik mahkota dewa
·         3 lembar daun salam
·         3 gelas air
b)      Cara meracik:
Teh racikan mahkota dewa direbus dalam 3 gelas air bersama daun salam hingga airnya tersisa ½ bagian.
c)      Cara pemakaian:
Ramuan ini diminum 3 kali sehari sampai seminggu sekali.



e.       Sirih
Nama lain dari sirih adalah suruh, sedah (Jawa) dan seureuh (Sunda). Sirih dengan nama latin piper betle l sudah dikenal sebagai tanaman obat. Daun dan buah sirih biasanya dimakan bersama dengan gambir, pinang dan kapur. Hal ini biasa dilakukan oleh masyarakat jaman dulu.
Tanaman sirih merupakan sejenis tanaman merambat. Biasanya tanaman sirih dapat ditanam sebagai tanaman hias, tumbuh melilit pada tanaman lain tanpa mengganggu tanaman yang ditumpanginya.
Tanaman ini panjangnya mencapai 15 m, memiliki batang yang berwarna hijau kecoklatan, berbentuk bukat, beruas dan merupakan tempat keluarnya akar.Daun sirih termasuk daun tunggal berbentuk jantung, berujung runcing, letaknya berselingan, bertangkai dan mengeluarkan bau yang sedap bila diremas.Bunga sirih termasuk bunga majemuk yang tersusun dalam bentuk bulir majemuk dengan panjang 5-15 cm dan terdapat daun pelindung kira-kira 1 cm berbentuk bulat panjang.Buahnya buah buni, berbentuk bulat berwarna hijau keabu-abuan dan mempunyai biji yang bulat.
Minyak astiri dari daun sirih mengandung minyak terbang (beklephenol), seskuiterpen, part, diastase, gula dan zat samak serta chavicol yang memiliki daya mematikan kuman, antioksidan dan fungisida (antijamur).Daun sirih juga bersifat menahan pendarahan, menyembuhkan luka pada kullit, gangguan saluran pencernaan, mengeluarkan dahak, meluruhkan ludah, hemostatik dan menghilangkan bau badan.Khasiat lainnya yaitu dapat mengobati batuk, sariawan, bronchitis, jerawat, keputihan, sakit gigi karena berlubang, demam berdarah, bau mulut, haid tidak teratur, asma, radang tenggorokan, gusi bengkak.eksim,luka bakar, koreng, kurap kaki, bisul, mimisan, sakit mata, mengurangi produksi ASI dan menghilangkan gatal. Khasiat dan cara pengolahannya:
1)      Sakit jantung
a)      Bahan dan alat yang diperlukan:
·         3 lembar daun sirih
·         7 pasang biji kemukus
·         3 siung bawang merah
·         1 sendok makan jintan putih
·         Tumbukan
·         Air panas
·         Saringan
b)      Cara meracik:
Semua bahan ditumbuk sampai halus, tambahkan 3 sendok air panas dan biarkan beberapa menit kemudian peras dan disaring.
c)      Cara pemakain
Air perasan diminum 2 kali sehari dan dilakukan secara teratur.
2)      Sifilis
a)      Bahan dan alat yang diperlukan:
·         25 lembar daun sirih bersama tangkainya
·         ¼ kg gula aren
·         Garam dapur secukupnya
·         2 liter air
·         Saringan
b)      Cara meracik
Semua bahan direbus dalam 2 liter air sampai mendidih.Dinginkan kemudian disaring.
c)      Cara pemakain:
Air yang telah disaring diminum 3 kali sehari secar terus menerus.
3)      Alergi
a)      Bahan dan alat yang diperlukan:
·         6 lembar daun sirih
·         1 potong jahe kuning
·         1,5 sendok minyak kayu putih
b)      Cara meracik:
Semua bahan ditumbuk sampai halus.
c)      Cara pemakaian:
Gosokkan atau oleskan ramuan tersebut pada bagian yang gatal-gatal atau alergi.
4)      Diare
a)      Bahan dan alat yang diperlukan:
·         4-6 lembar daun sirih
·         6 biji lada (merica)
·         1 sendok makan minyak kelapa
b)      Cara meracik:
Semua bahan ditumbuk sampai halus.
c)      Cara pemakaian:
Gosokkan atau oleskan ramuan tersebut pada bagian perut.
5)      Batuk
a)      Bahan dan alat yang diperlukan:
·         4 lembar daun sirih
·         3 lembar daun widara upas
·         Madu secukupnya
·         2 gelas air
b)      Cara meracik:
·         Daun sirh diiris tipis-tipis
·         Rebus daun sirih yang telah diiris dengan daun wirada upas
·         Masukkan madu
·         Tambahkan2 gelas air sampai mendidih dan dinginkan
c)      Cara pemakaian:
Setelah dingin dipakai untuk dikumur-kumur dan diulang secara teratur sampai sembuh.

B.     Data dan Pengolahan Data
1.      Pemanfaatan Tanaman Obat di Limbangan
Sejak dahulu orang sudah mengenal tanaman obat-obatan tradisional.Tanaman tersebut dapat tumbuh subur dengan beragam jenis.Pengetahuan ini diperoleh berdasarkan pengalaman, didapatkan secara lisan dan turun-temurun oleh nenek moyang kita.
Hal ini telah diadakan penelitian yang komprehensif dan pengujian terhadap pengobatan-pengobatan tradisional tersebut.Obat-obatan herbal tradisional telah berkembang menjadi salah satu dari sistem medis yang berhasil di dunia.Oleh karena itu, apa pun yang membawa kita ke arah  yang lebih alamiah mari kita sambut dengan baik.
Begitupun dengan masyarakat Limbangan, Kecamatan yang berada di Kabupaten Garut, Jawa Barat ini merupakan daerah dataran tinggi yang baik untuk penanaman jenis tanaman obat.Masyarakatnya sudah sejak lama mengenal tanaman obat. Tanaman obat adalah tumbuhan yang berkhasiat obat yaitu menghilangkan rasa sakit, meningkatkan daya tahan tubuh, membunuh bibit penyakit dan memperbaiki organ yang rusak serta menghambat pertumbuhan tidak normal seperti tumor  dan kanker.
Tanaman obat dapat berupa tanaman pangan, tanaman liar, tanaman perkebunan dan tanaman hortikultura maupun tumbuh-tumbuhan liar seperti semak belukar dan tumbuhan hutan.Penggunaan tanaman obat ini sudah dilakukan dari generasi ke generasi selama ribuan tahun sehingga tanaman obat dikenal sebagai tanaman obat nenek moyang.Berdasarkan kenyataan ini, maka penggunaan tanaman obat sudah merupakan bagian dari tradisi masyarakat tradisional kita.
Namun tidak sedikit masyarakat Limbangan yang sudah mulai meninggalkan pengobatan tradisional dengan beralih ke pengobatan medis yang lebih modern.Hal tersebut dilatarbelakangi dengan banyaknya klinik-klinik besar yang berdiri di Limbangan.
Selain itu banyaknya mayoritas masyarakat yang berpenghasilan di atas rata-rata yang bertenaga kerja seperti guru,pengusaha, dll. sehingga merasa mampu untuk membiayai pengobatan medis yang mahal.
Berdasarkan perkembangan zaman yang semakin modern, banyak masyarakat yang memilih pengobatan secara medis.Namun banyak juga masyarakat yang masih mempertahankan serta mempercayai khasiat yang lebih baik dari pengobatan tradisional tanpa menimbulkan efek samping dengan menggunakan tanaman obat sekitar.
Tidak terkecuali dengan masyarakat Limbangan, diantaranya dengan bermunculannya rumah sakit – rumah sakit besar serta klinik-klinik ataupun dokter rumahan yang menjadi salah satu penyebab di tinggalkannya cara pengobatan tradisional dengan menggunakan tanaman obat sekitar.
2.      Pengolahan Data
Penelitian yang berjudul Manfaat Pengobatan Tradisional sebagai Alternatif Pengobatan Mahaluntuk di wilayah Limbangan ini pengambilan data dilakukan melalui tahap yakni studi pustaka.Adapun studi pustaka yang digunakan dalam penulisan Karya Tulis Ilmiah ini berdasarkan sumber dari buku dan akses internet serta berdasarkan pengetahuan kami dari hasil penelitian denngan wawancara.
Dalam suatu penelitian setelah kami memperoleh data-data dari berbagai sumber dan metodenya.Kami dapat menelaah bahwa memang suatu data setelah di kumpulkan dan disusun kami masih memerlukan tahap pengolahan data.Pengolahan data ini kami masihmembutuhkan perbandingan dengan kenyataan disekitar kami. Contoh ketika kami memperhatikan pemukiman warga yang dikelola dengan baik dengan cara mereka menanami halaman depan rumahnya dengan tanaman-tanaman obat. Hal  tersebut dapat dijadikan suatu acuan agar kita lebih peduli terhadap kesehatan lingkungan maupun kesehatan diri kita sendiri.
Untuk itu pula kami dalam penelitiannya dengan memperhatikan beberapa hal yang ada disekitar.Ternyata memang dalam langkah mengolah data ini, secara dengan meninjau terlebih dahulu terhadap kenyataan sebenarnya.didaerah sekitar saya masih awam terhadap bagaimana pengolahan dan pemanfaatan tanaman obat.
Padahal pemanfaatan tanaman obat sebagai bahan pengobatan tradisional ini acuan salah satu dari peluang alternatif mahalnya pengobatan medis pada dewasa ini.Dewasa ini, pemenuhan kesehatan bagi masyarakat limbangan sangat bermacam-macam cara pengobatannya. Banyak sekali masyarakat yang menggunakan obat-obat kimia sebagai proses penyembuhan. Mereka mau mengkonsumsi obat kimia semahal apapun hanya untuk memperoleh kesembuhan.
Disisi lain ada juga pengobatan yang tidak menggunakan obat kimia yaitu dengan cara pengobatan tradisional yang berasal dari tumbuh-tumbuhan alam. Mereka tidak sadar bahwa tumbuh-tumbuhan yang ada disekitar mereka dapat dimanfaatkan dengan baik dengan pengolahan yang benar.
Di Limbangan, pemanfaatan tanaman obat hanya dilakukan oleh beberapa orang-orang tertentu. Terutama mereka yang sudah lanjut usia, karena mereka lebih mengetahui cara-cara penanaman dan pengolahannyaserta hasiat yang dihasilkan dari tanaman obat tersebut. Mereka merawat tanaman-tanaman herbal tersebut dan mengolahnya dengan baik sehingga dapat menjadi jamu atau obat yang dapat dikonsumsi bagi konsumen yang menderita penyakit.

C.     Menuliskan Data yang Ada di Lapangan Mengenai Pemanfaatan Tanaman Obat
Pemanfaatan tanaman obat yang ada di wilayah Limbangan ada beberapa ruang lingkup seperti kampung Ciajmbe, kampung Kaum serta beberapa kampumg lainnya. Pengobatan  tradisional berbeda dengan  pengobatan medis konvensional. Dilihat secara ketenagakerjaanpelayanan pengobatan konvensional misalnya, dilakukan oleh pelayan kesehatanseperti dokter, apoteker dan profesi lainnya yang terdidik melalui lembaga-lembagapendidikan kesehatan formal. Sementara itu pengobatan tradisional sendiri, merupakan pengobatan non konvensional. Meski demikian, pelayankesehatan pada pengobatan tradisional juga mesti memiliki kemampuan ataukompetensi di bidangnya.
Demikian pula pada pengobatan tradisional di wilayah Limbangan, masyarakat kampung cijambe salahsatunya memiliki halaman rumah yang ditanami beberapa tanaman obat seperti sirih, daun dewa, lidah buaya, kunyit dan masih banyak lainnya. Mereka memanfaatkan lahan rumahnya, dan akan digunakan ketika mereka sakit dengan mengolah tanaman obat tersebut sesuai dengan penyakit yang dideritanya.
Namun beberapa warga juga memilih pengobatan medis yang dianggap lebih praktis serta dipercaya hasiatnya.Didorong dengan banyaknya bangunan rumah sakit – rumah sakit besar serta dokter rumahan yang berdiri di Limbangan yang memudahkan masyarakat untuk mendapatkan pengobatan dengan jarak yang dekat seperti Rumah Sakit Al Yamin, DR.Budi, Puskesmas, dan masih banyak klinik lainnya.



BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Setelah kami melakukan tahap-tahap dalam pembuatan makalah dan penelaahan itu sendiri, kami berkesimpulan  bahwa penanaman tanaman obat dan pemanfaatannya janganlah dianggap sebagai sumber yang kurang manfaatnya. Bila kita telaah suatu benda apapun pasti ada manfaat dan kerugiannya. Namun, selektiflah dalam menciptakan peluang  membuat inovasi-inovasi lainnya.
Jenis pengobatan di Indonesia diantaranya Pengobatan Medis, Pengobatan Alternatif dan Pengobatan Tradisional. Pemanfaatan tanaman obat sebagai sumber pengobatan tradisional sangatlah penting untuk menciptakan inovasi yang baru dan membuka cakarawala pembaca terhadap macam-macam  tanaman obat serta sebagai alternatif dalam menghadapi mahalnya pengobatan medis.
Salah satu bentuk dari pemanfaatan tanaman obat sebagai alternatif  pengobatan yang  mahal ialah menanam tanaman obat sekitar seperti:
1.      Kunyit
Tanaman kunyit bermanfaat untuk mengobati penyakit seperti usus buntu dan amandel.Kunyit dapat dikonsumsi dalam bentuk perasan yang disebut filtrat, juga diminum sebagai ekstrak atau digunakan sebagai salep untuk mengobati bengkak.
2.      Jahe
Selain sebagai bahan makanan dan minuman, rimpang jahe terkenal sebagai obat.khasiat dari rimpang jahe dapat mengobati beberapa penyakit diantaranya menyembuhkan batuk kering, radang tenggorokan, sebagai tonikum, menambah nafsu makan, rematik, sakit kepala, serbat (minuman penghangat), perut kembung, sakit mulas, melegakan perut, gatal-gatal, luka, salesma (influenza), dan lain-lain.

B.     Saran
Saran sangatlah perlu untuk dijadikan suatu acuan agar kita lebih mempelajarinya. Sebaliknya kami pun membutuhkan saran yang mendukung terhadap kinerjaapa yang dilakukan oleh kami. Tak lupa untuk saling mengingatkan akan suatu hal yang mendukung.
Kepada berbagai pihak dan pembaca kamimenyarankan :
1.      Agar tak lupa untuk mempelajari dari pengertian dan jenis pengobatan.
2.      Lebih membuka cakrawala pembaca.
3.      Membuka blog atau website mengenai pengobatan tradisional.
4.      Bertanya kepada pihak yang lebih mengetahui mengenai hal ini.
5.      Bergabung dengan komunitas.
6.      Membaca dari sumber yang dapat mendukung terhadap ini.
Semoga bermanfaat dan tak lupa kami ucapkan terima kasih.Saran sangatlah dinantikan.






DAFTAR PUSTAKA

http:/adamhabibie.blogspot.com/
Septiatin,Atin.2008.Apotek Hidup dari Rempah-Rempah Tanaman Hias dan Tanaman Liar. Bandung: Yrama Widya.



LAMPIRAN


A.    Alat dan Bahan yang Digunakan dalam Penelitian
1.      Alat tulis
2.      Netbook
3.      Hand Phone
4.      Buku sebagai sumber
5.      Beberapa tanaman obat seperti sirih sebagai sampel untuk di uji
6.      Internet

B.     Daftar Pertanyaan Wawancara
1.      Apakah pandangan anda tentang pengobatan?
2.      Apa yang anda ketahui mengenai pengobatan tradisional?
3.      Bagaimana cara anda menghadapi mahalnya pengobatan?
4.      Apa yang anda ketahui tentang tanaman obat?
5.      Tanaman obat apa saja yang biasa anda manfaatkan sebagai pengobatan tradisional?
6.      Tanaman obat apa saja yang anda tanam di halam rumah?
7.      Apakah anda setuju dengan pengobatan tradisional? Jelaskan alasannya!
8.      Manfaat apa saja yang anda rasakan dari tanaman obat sekitar?




C.     Gambar Hasil Penelitian di Lapangan
1.      Pengambilan gambar tanaman obat sirih






2.      Tanaman obat kunyit




3.      tanaman obat jahe

4.      tanaman lidah buaya




5.      tanaman obat mahkota dewa







Komentar